Relevansi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dipertanyakan

Jakarta, Maret.id — Dua peserta pelatihan, Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq, dilaporkan meninggal dunia di lokasi pelatihan, masing-masing akibat heat stroke di Balikpapan dan henti jantung di Baturaja.
Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Saleh, menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh setelah kejadian ini. “Kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi yang serius agar tidak terulang kembali di masa mendatang,” tuturnya.
Dia menyampaikan bahwa evaluasi perlu mencakup aspek pengawasan kesehatan peserta serta relevansi desain pelatihan untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Rahmat mengingatkan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung perekonomian desa.
Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada proses rekrutmen dan pelatihan yang sesuai. “Program Koperasi Desa Merah Putih adalah program besar yang membawa harapan bagi penguatan ekonomi desa,” imbuh Rahmat.
Dia juga menekankan perlunya kajian mendalam mengenai efektivitas pelaksanaan Latsarmil bagi calon manajer koperasi dari kalangan sipil. “Kita tentu memahami semangat membangun disiplin, integritas, dan jiwa pengabdian,” tegasnya.
Namun, untuk mempertimbangkan relevansi metode pelatihan saat ini, harus dilakukan evaluasi objektif. Rahmat menilai bahwa pelatihan harus lebih berfokus pada peningkatan kapasitas teknis dan manajerial yang diperlukan untuk operasional KDMP.
“Fokus utama yang harus dipastikan adalah bagaimana para manajer ini benar-benar siap mengelola koperasi secara profesional,” sambungnya.
Rahmat menekankan pentingnya penguasaan aspek manajerial, tata kelola keuangan, pengembangan usaha, dan digitalisasi. Dengan latar belakang peserta yang beragam, pendekatan pelatihan pun perlu disesuaikan.
“Calon manajer KDMP ini bukan prajurit militer,” ujarnya. “Mereka berasal dari masyarakat sipil yang sedang dipersiapkan menjadi penggerak ekonomi desa.”
Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya penyesuaian metode, intensitas, dan standar pelatihan agar tetap relevan dan aman untuk memenuhi tuntutan tugas mereka di masa depan.





