Politik

Festival Mural Selesai, Kantor DPC Lamongan Jadi Galeri Nasionalisme

Jakarta, Maret.id — Festival Mural Bulan Bung Karno 2026 yang diselenggarakan oleh DPC PDI Perjuangan Lamongan berhasil menarik perhatian publik. Acara ini ditutup pada Minggu malam, 28 Juni 2026, menjadikan kantor DPC PDI Perjuangan Lamongan sebagai galeri seni dengan berbagai tema nasionalisme.

Proses penilaian untuk menentukan pemenang festival ini berlangsung secara ketat. Tim juri terdiri dari Kanya Catnya, Hendy Prayoga, dan Didik Nurhadi sebagai Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. “Kriteria penilaian yang kami terapkan sangat ketat, meliputi Kesesuaian Tema, Orisinalitas Gagasan, Teknik dan Komposisi Visual, serta Penyampaian Pesan,” kata Hendy Prayoga saat membacakan hasil keputusan juri.

Tim Jejak Sang Fajar, yang melukis di Dinding B, meraih Juara I dengan total poin tertinggi, yakni 282. Karya mereka yang berjudul “Api Perjuangan Lintas Zaman” berhasil menyisihkan 17 tim lainnya dari wilayah Gerbangkertosusila dan Pantura.

Karya tersebut dinilai paling ekspresif dalam mencerminkan ideologi Trisakti dan Marhaenisme, serta mampu disampaikan dengan cara yang estetis dan mudah dipahami oleh generasi muda.

Daftar pemenang Festival Mural Bulan Bung Karno 2026 adalah sebagai berikut: – Juara I: Tim Jejak Sang Fajar (Dinding B) – 282 Poin – Juara II: Tim Mural Literasi (Dinding N) – 238 Poin – Juara III: Tim Sarirogo (Dinding C) – 230 Poin – Juara Harapan I: Tim Ujik Sang Juara (Dinding H) – Juara Harapan II: Tim Satu Jiwa (Dinding L)

Apresiasi juga diberikan kepada semua peserta festival, termasuk Juara Harapan, yang menerima hadiah hiburan. “Kami menghargai semangat seni yang ditunjukkan oleh semua tim,” imbuh Didik Nurhadi.

Didik juga menekankan pentingnya peran kebudayaan dalam merangkai nilai-nilai dari Founding Fathers kepada generasi saat ini. “Pesan saya kepada 18 muralis, kebudayaan memiliki peran yang sangat strategis,” tuturnya.

Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menekankan bahwa karya mural di DPC ini bersifat permanen. “Generasi muda kini lebih mudah menangkap pesan melalui audio visual, ini menjadi langkah penting dalam menyampaikan nilai,” katanya.

Dirham menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga semangat perjuangan Bung Karno tetap hidup. “Kegiatan ini harus menjadi investasi dalam merawat ruang seni,” ujarnya.

Ketua Tim Jejak Sang Fajar, Andreanus Gunawan, menyatakan kebanggaannya. Ia menjelaskan bahwa tema karya mereka adalah “Merdeka Berdikari Gotong Royong Indonesia Raya”.

Andreanus mengungkapkan ketertarikan pada pemikiran Bung Karno dan harapannya agar generasi muda saat ini dapat mengimplementasikan semangat perjuangan tersebut. “Kami berharap karya ini bisa memberikan pesan mendalam bagi masyarakat Lamongan,” imbuhnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button