Politik

Penghapusan Latsarmil Calon Manajer Kopdes Hemat Triliunan

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) Tubagus Hasanuddin, mengungkapkan kekhawatirannya terkait biaya pelatihan calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) yang mencapai Rp30 juta per orang.

Hasanuddin menilai bahwa biaya tersebut menyerap porsi terbesar dari total anggaran pelatihan sebesar Rp45 juta. Hanya Rp15 juta yang dialokasikan untuk substansi pelatihan selama 15 hari.

“Skema pelatihan selama 45 hari terdiri atas 30 hari latihan militer dan 15 hari pembelajaran substansi koperasi perlu dievaluasi,” ujar Hasanuddin. Ia menekankan bahwa sebagian besar anggaran justru digunakan untuk kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan tugas manajer koperasi.

“Artinya, apabila latihan militer dihilangkan, negara dapat menghemat sekitar Rp30 juta atau sekitar dua pertiga dari total biaya pelatihan setiap peserta,” imbuh Hasanuddin.

Dirinya memperkirakan jika skema tersebut diterapkan secara nasional, potensi penghematan anggaran negara dapat mencapai triliunan rupiah.

Gelombang pertama pelatihan direncanakan akan dilaksanakan pada 17 Juni hingga 31 Juli 2026. Pelatihan ini akan diikuti oleh 35.476 peserta, yang terdiri dari 30 ribu calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.

Secara terpisah, Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan bahwa Kemhan telah mengubah latsarmil menjadi konsep Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.

“Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan,” kata Rico.

Ia menegaskan bahwa dengan penyesuaian konsep pelatihan, kegiatan yang bersifat taktis dan semi militer akan dikurangi, dan digantikan dengan program yang bertujuan untuk memperkuat pembentukan karakter para peserta.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button