Politik

Insentif Guru Non ASN di Lumajang Diperjuangkan PDIP Jatim

Jakarta, Maret.id — Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Supratman, mengungkapkan bahwa dana insentif bagi guru non-ASN akan segera dicairkan. Pernyataan ini disampaikan kepada kontributor pada Rabu, 1 Juli 2026.

“Setidaknya ada 1.964 tenaga pendidik yang mendapatkan insentif tersebut, masing-masing Rp 500.000,” tuturnya. Ia menekankan bahwa proses penyaluran kini masih menunggu penyelesaian administrasi dan verifikasi data penerima.

“Yang diverifikasi betul-betul guru yang masih aktif dan yang sudah tidak aktif, terutama guru non-ASN,” imbuh Supratman. Ia juga menjelaskan bahwa pendataan ini melibatkan organisasi terkait seperti Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi).

“Tahun depan, lembaga yang lebih dulu menyelesaikan proposal akan lebih dulu dicairkan,” tegas Supratman. Ia menyatakan bahwa ketua Himpaudi telah mengantisipasi agar guru yang tidak aktif tidak masuk dalam daftar penerima.

“Kami ucapkan selamat kepada guru-guru yang akan menerima. Semoga bermanfaat,” ujar Supratman. Ia juga menyampaikan bahwa realisasi bantuan ini merupakan salah satu janji politik Bupati dan Wakil Bupati Lumajang yang mulai dipenuhi.

“Beberapa janji politik sudah terpenuhi di perubahan anggaran, termasuk penanganan sebagian jalan yang rusak,” kata Supratman. Ia menegaskan bahwa sektor kesehatan juga menjadi perhatian penuh Bupati dan Wakil Bupati.

“Ke depan, jalan raya akan ditata agar lebih nyaman dan aman digunakan masyarakat,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button