Politik

Calon Manajer Kopdes Batal Jadi Komcad, Materi Senjata Dihapus

Jakarta, Maret.id — Dalam perubahan terbaru, peserta yang akan menjadi manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak lagi disiapkan sebagai Komponen Cadangan (Komcad). Sebaliknya, mereka akan mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara yang baru direvisi.

Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan menyatakan bahwa semua materi mengenai penggunaan senjata dan taktik militer telah dihapus dari kurikulum pelatihan. “Kami sudah merevisi program ini yang semula menjadi komponen cadangan, (menjadi) hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan bela negara,” kata Donny kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan.

Pelatihan bela negara kini secara mendasar berfokus pada pembentukan karakter, disiplin, nasionalisme, dan patriotisme. “Intinya adalah tidak ada lagi pelajaran-pelajaran terkait senjata ataupun taktik-taktik militer,” tuturnya.

Sebagai ganti dari materi militer, peserta akan dibekali dengan kemampuan kepemimpinan yang diperlukan untuk mengelola koperasi dan memimpin sumber daya manusia. “Manajer tentunya mempunyai beberapa staf yang harus mereka pimpin,” jelas Donny, menambahkan pentingnya nilai-nilai kebersamaan dan kerja sama dalam pelatihan ini.

Durasi pelatihan juga mengalami perubahan signifikan. Pelatihan bela negara yang sebelumnya berlangsung selama satu bulan kini dipangkas menjadi dua pekan. Setelah menyelesaikan pelatihan bela negara, peserta akan mengikuti pendidikan manajerial selama satu bulan dengan materi sesuai bidang penugasan masing-masing.

Donny menyebutkan bahwa modul pelatihan manajerial disusun oleh kementerian teknis. Kementerian Koperasi akan menyiapkan materi untuk calon pengelola koperasi desa, sementara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menyusun modul untuk peserta yang akan ditempatkan di daerah nelayan.

Walaupun kurikulum dan durasi pelatihan telah diubah, tempat penyelenggaraan pendidikan tetap menggunakan 67 satuan pendidikan (Satdik) yang telah ditetapkan sebelumnya. “Tempat pembelajaran tetap di 67 Satdik tersebut cuma waktunya saja yang berubah,” imbuhnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button