Pemkab Kediri Perkuat Akses Solar Subsidi Hadapi Kemarau Panjang

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kabupaten Kediri meningkatkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan. Hal ini dilakukan dengan memastikan ketersediaan solar subsidi bagi petani serta memperluas program listrik masuk sawah melalui pembangunan sumur submersible.
Upaya ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan air irigasi dan mempertahankan produktivitas sektor pertanian. “Ketersediaan air menjadi kunci utama bagi ketahanan pangan saat musim kemarau,” ujar Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, juga dikenal sebagai Mas Dhito.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pertamina dan PLN. Kerja sama dengan Pertamina terfokus pada penyediaan solar subsidi untuk operasional pompa air dan alat mesin pertanian (Alsintan). “Kami memastikan kebutuhan petani terpenuhi agar hasil pertanian tetap optimal,” imbuh Mas Dhito.
Selain itu, Pemkab Kediri juga mempercepat penyediaan jaringan listrik untuk mendukung pengoperasian sumur submersible di lahan pertanian. “Ini adalah langkah penting dalam meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya,” kata Mas Dhito.
Dalam upaya mendukung petani, Pemkab Kediri menyalurkan 200 ton benih jagung untuk lahan seluas 13.300 hektare. Mas Dhito menegaskan bahwa dukungan kepada petani tidak akan berhenti di sini. “Kami juga menyiapkan bantuan alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lahan,” tegasnya.
Untuk mempermudah akses solar subsidi, Pemkab Kediri memangkas birokrasi pengurusan rekomendasi. Petani kini cukup melapor kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang akan mengurus semua proses administrasi. “Dari laporan hingga penerbitan barcode pembelian BBM subsidi, semuanya akan diproses dengan cepat,” jelas Mas Dhito.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi, menambahkan bahwa rekomendasi bisa diterbitkan pada hari yang sama setelah seluruh persyaratan lengkap. “Hari itu juga, kami kirim ke PPL untuk dicetak dan diberikan kepada petani,” tuturnya.
Meskipun proses telah dipermudah, pengawasan terhadap pemanfaatan BBM subsidi tetap diperketat. “Kami memastikan bahwa penggunaannya sesuai peruntukan, yaitu untuk pompa air dan alat mesin pertanian,” kata Sukadi.
Pemkab Kediri juga mempercepat pembangunan sekitar 380 titik sumur submersible. Pembangunan ini didanai oleh pemerintah pusat maupun daerah. “Program ini diharapkan mampu memperkuat pasokan air irigasi dan mendukung keberlanjutan produksi pertanian di tengah ancaman musim kemarau,” imbuh Mas Dhito.
Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan PLN agar pasokan listrik bagi sumur submersible dapat diprioritaskan. “Kami ingin agar manfaat program ini segera dirasakan oleh kelompok tani di berbagai wilayah,” tutup Mas Dhito.





