Politik

Doding Ajak Kader GMNI Peka Terhadap Masalah Sosial di Jatim

Jakarta, Maret.id — Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, mengajak kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) untuk mengembangkan kepekaan sosial. Ia menegaskan pentingnya keberanian dalam membela kepentingan wong cilik dalam menjalankan peran di masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Doding saat menjadi pemateri pada Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) GMNI Trenggalek 2026 di Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, pada Minggu (12/7/2026). Dalam acara ini, dia menekankan tema “Marhaenisme Sebagai Jalan Menghadapi Tantangan Zaman untuk Mencapai Sosialisme Indonesia.”

“Kader GMNI harus berani dan peka dengan kondisi di masyarakat. Ketika ada persoalan yang menyangkut wong cilik, kader harus hadir dan berani bersuara untuk membela mereka,” tegas Doding.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menilai bahwa nilai-nilai Marhaenisme yang diajarkan oleh Bung Karno tetap relevan dengan tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. Ini terutama berkaitan dengan semangat kemandirian dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

“Jati diri Marhaen adalah kemandirian. Mandiri dan tidak bergantung, tetapi mampu memanfaatkan apa yang ada di sekitar untuk kemajuan bersama,” ujar Sekretaris tersebut.

Doding juga mengapresiasi pelaksanaan KTD GMNI Trenggalek sebagai proses pembentukan karakter kader dan penguatan pemahaman tentang demokrasi, kepemimpinan, serta tanggung jawab sosial.

Peserta kaderisasi tidak hanya mendapatkan materi tentang politik kontemporer, tetapi juga bekal mengenai ekonomi kreatif, kepemudaan, serta hakikat demokrasi. Semua ini bertujuan untuk memperkuat peran organisasi dan pengabdian di tengah masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button