Manuver Baktiono: Revitalisasi Pasar Keputran Jadi Kejutan

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Baktiono, mengusulkan revitalisasi Pasar Keputran Selatan dengan desain berbasis arsitektur Eropa, khususnya Belanda, untuk meningkatkan estetika dan daya tarik Kota Surabaya. Usulan ini mengedepankan pentingnya pengintegrasian unsur sejarah dalam pembangunan kawasan yang kaya akan warisan kolonial.
Revitalisasi Pasar dengan Identitas Lokal
Baktiono menekankan bahwa kawasan Keputran memiliki banyak bangunan bersejarah yang perlu dilestarikan. Ia mengatakan bahwa revitalisasi pasar harus memperhatikan karakter lokal agar tetap relevan dengan konteks kota lama. “Mempertahankan dan meningkatkan estetika merupakan hal yang penting dalam proyek ini,” tuturnya.
Kawasan Keputran, yang terletak di pusat kota, dinilai memiliki nilai historis dan potensi wisata yang signifikan. Baktiono menjelaskan bahwa banyak wisatawan asing yang tertarik untuk mengunjungi Surabaya karena bangunan lama yang masih berdiri kokoh. “Desain revitalisasi harus mampu menyesuaikan dengan lingkungan sekitar agar tetap indah dan menarik,” ungkapnya.
Pentingnya Perencanaan yang Matang
Baktiono menegaskan bahwa revitalisasi Pasar Keputran tidak semata-mata soal memperbaiki struktur fisik, melainkan juga soal merencanakan pengembangan yang berkelanjutan. “Pasar ini harus dirancang dengan konsep modern dan perencanaan yang cermat agar bisa memberikan dampak jangka panjang,” tegasnya.
Dia juga menyoroti aspek-aspek penting lainnya, seperti sanitasi dan pengelolaan limbah untuk memastikan kawasan pasar tidak terlihat semrawut. “Sistem drainase yang baik dan sirkulasi kendaraan yang lancar sangat penting,” tambahnya.
Dukungan Anggaran untuk Desain yang Menarik
Baktiono menuntut agar desain revitalisasi Pasar Keputran Selatan dievaluasi ulang jika tidak sesuai dengan karakter kawasan kota lama. Ia memastikan bahwa DPRD Surabaya siap mendukung penganggaran asal konsep pembangunan dirancang dengan serius. “Jika desainnya biasa saja, lebih baik kita buat ulang agar menjadi luar biasa,” ujarnya dengan optimis.
Harapan Baktiono adalah agar Pasar Keputran Selatan tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan, melainkan juga sebagai ikon pasar tradisional modern yang mewakili wajah Kota Surabaya. Ia juga menyuarakan kepentingan pedagang selama proses revitalisasi berlangsung, berharap relokasi sementara tidak mengganggu aktivitas ekonomi mereka.
Pemerintah Kota Surabaya, melalui PT Pasar Surya, berkomitmen untuk memastikan bahwa revitalisasi ini berjalan dengan konsep pasar tradisional semi-modern yang lebih bersih dan nyaman. Proyek ini diharapkan selesai pada tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah pesatnya perkembangan pusat perbelanjaan modern di kota ini.





