Politik

Label Batas Konsumsi MBG untuk Lindungi Penerima Manfaat Terus Dibahas

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah, menegaskan pentingnya ketentuan labelisasi batas waktu konsumsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, hal ini vital untuk memastikan keamanan makanan dan memberikan kepastian kepada penerima manfaat.

“Informasi tentang makanan yang sebaiknya dikonsumsi setelah berapa lama dimasak di omprengnya MBG itu sebenarnya adalah hak konsumen untuk tahu,” kata Ledia. Ia menambahkan bahwa penerima manfaat perlu lebih berhati-hati, begitu juga produsen dalam distribusi.

Ledia menjelaskan bahwa makanan MBG merupakan makanan yang dimasak pada hari yang sama dan langsung didistribusikan. Ia mengungkapkan perlunya pelatihan dan pembinaan berkelanjutan dari Badan Gastronomi Nasional (BGN) kepada dapur-dapur MBG.

“Harus selalu ada upgrading-upgrading yang dilakukan oleh BGN terhadap dapur-dapur agar mereka juga punya pengetahuan yang berkembang tentang pengemasannya,” tutur Ledia. Edukasi mengenai tata penyimpanan, pengolahan, dan pengemasan makanan harus diberikan, agar dapur-dapur MBG memahami aspek keamanan makanan.

“Jangan disuruh berdiri sendiri, disuruh jalan sendiri secara pengetahuan sendiri. Harus diberikan dulu edukasi,” imbuhnya. Ledia juga menekankan peran tiga pegawai BGN yang ditempatkan di dapur-dapur MBG. Mereka harus menjalankan fungsi kontrol yang baik untuk memastikan proses berjalan sesuai ketentuan.

“Mereka bukan cuma nama. Mereka harus menjalankan fungsinya dengan baik dan benar,” tegas Ledia. Pengawasan mulai dari pemilihan bahan, pembelian, hingga proses pengolahan menjadi sangat penting.

Dengan pendekatan tersebut, pemasangan label batas waktu konsumsi bukan sekadar formalitas. “Jadi ketika ada pemasangan labelnya itu bukan sekadar yang penting sudah dipasang, tapi bagaimana memastikan produknya sendiri juga sudah aman,” tutup Ledia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button