Politik

Reshuffle Kabinet Harus Sasar Perbaikan Kinerja dan Kebijakan

Jakarta, Maret.id — Dalam melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto diharapkan tidak hanya mengganti perorangan, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemerintahan.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menegaskan, “Prabowo harus belajar sejarah. Melakukan restorasi…” kata Amir.

Ia menekankan bahwa reshuffle seharusnya ditujukan untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan, bukan sekadar mengganti figur. Amir mengingatkan pentingnya menjaga agar kabinet tidak terlalu gemuk agar koordinasi dan efektivitas pengambilan kebijakan tetap terjamin.

“Kabinet jangan terlalu gemuk,” tuturnya. Saat ini, Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terdiri dari 53 menteri dan pejabat setingkat menteri.

Struktur kabinet tersebut mencakup 7 Menteri Koordinator dan 46 kementerian/pejabat setingkat menteri, serta 56 wakil menteri.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button