Politik

DPR Bersatu Dukung Buruh dalam RUU Ketenagakerjaan

Jakarta, Maret.id — Seluruh serikat pekerja dan konfederasi buruh menyampaikan aspirasi mereka dalam penyusunan naskah akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memastikan bahwa masukan tersebut akan dijadikan bahan pembahasan oleh Panitia Kerja (Panja) Komisi IX.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal usai pertemuan dengan perwakilan serikat pekerja di Kompleks Parlemen. Ia menambahkan bahwa pertemuan ini dihadiri hampir 200 perwakilan dari berbagai serikat, baik yang tergabung dalam koalisi maupun di luar koalisi, termasuk serikat pekerja BUMN.

“Intinya, kita menerima aspirasi dari seluruh serikat pekerja yang ada, termasuk serikat pekerja BUMN. Ini betul-betul komprehensif, hampir 200 orang menghadiri dan menyampaikan harapan-harapan mereka,” kata Cucun.

Ia menyatakan bahwa sejumlah aspirasi yang disampaikan oleh serikat pekerja telah diakomodasi dalam penyusunan naskah akademik. Pimpinan Panja Komisi IX DPR RI Putih Sari menegaskan bahwa pembahasan ini akan tetap berjalan, termasuk selama masa reses, dan DPR terus membuka ruang partisipasi publik untuk masukan mengenai substansi regulasi ketenagakerjaan.

“Jadi prinsipnya hari ini merupakan bagian dari partisipasi yang berarti,” kata Putih.

Ia juga menyoroti bahwa masukan dari para pekerja dinilai cukup konkret dan sistematis, lengkap dengan solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan. “Mereka tidak hanya memberikan pandangan, tetapi juga konkret dengan solusi yang ditawarkan. Ini yang akan menjadi bahan diskusi di Panja,” ujarnya.

Cucun mengapresiasi inisiatif serikat pekerja yang telah mempertemukan aspirasi buruh dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Ia menganggap langkah tersebut penting untuk menemukan titik temu dalam persoalan krusial seperti perjanjian kerja waktu tertentu dan outsourcing.

“Titik temu ini yang perlu diambil oleh semua pihak,” ungkap Cucun.

Menanggapi sorotan bahwa sejumlah partai politik dinilai tidak serius memperjuangkan kepentingan buruh, Cucun menegaskan bahwa DPR memiliki komitmen yang sama dalam pembahasan regulasi ketenagakerjaan. “Dari DPR, semuanya satu suara untuk memperjuangkan buruh dan para pekerja,” tegasnya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh serikat pekerja seperti Ketua Umum KRPI Rieke Diah Pitaloka, Ketum KSPI Yorrys Raweyai, serta sejumlah pemimpin buruh lainnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button