20 Ormas Hashim Siap Perkuat Prabowo di Pilpres 2029

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto diharapkan dapat membangun kekuatan politik baru yang mandiri, tanpa bergantung pada jejaring kekuasaan rezim sebelumnya.
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai kekuatan yang mendukung pemerintahan Prabowo saat ini banyak berasal dari rezim lama di legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
Kondisi ini mengharuskan Prabowo untuk mengambil langkah tegas dalam menciptakan basis dukungan politiknya. “Belum ada ketegasan Prabowo terkait ijazah Jokowi dan Gibran. Prabowo harus membangun kekuatan baru,” tegas Amir.
Amir juga mencermati langkah Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo, yang mendirikan sekitar 20 organisasi kemasyarakatan sebagai upaya memperkuat dukungan terhadap Prabowo.
Ia berharap agar ormas tersebut tidak hanya menjadi kendaraan politik, tetapi diisi oleh kekuatan pendukung yang solid. “Kita berharap pengurus Gerindra tidak merangkap ormas itu. Jangan sampai tidak memverifikasi orang-orang rezim lama di ormas tersebut,” sambung Amir.
Namun, Amir mengingatkan pentingnya mengelola keterlibatan keluarga dalam politik dengan hati-hati. Ia menekankan bahwa nepotisme adalah sesuatu yang tabu dalam dunia politik.
Menurutnya, posisi Hashim sebagai adik Prabowo harus dikelola secara proporsional. Amir membandingkan situasi ini dengan era Presiden Soeharto, yang tidak memasukkan adik tirinya, Probosutedjo, dalam politik praktis, melainkan memberi ruang di sektor bisnis.
“Dalam politik, nepotisme itu tabu,” imbuh Amir.





