Tiyo Ardianto dan Dhana Baswara Siapkan Strategi Indonesia Emas 2045

Jakarta, Maret.id — Dua pemuda yang dikenal sebagai ikon perubahan, Tiyo Ardianto dan Dhana Baswara, baru-baru ini bertemu dalam sebuah diskusi di Solo. Mereka sepakat bahwa mempersiapkan generasi muda sangat penting untuk mencapai Indonesia Emas 2045.
Tiyo Ardianto adalah mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) yang aktif mengembangkan pemikiran kritis terkait isu sosial dan masa depan generasi muda Indonesia. Saat ini, ia tengah menyelesaikan tugas akhir studinya.
Di sisi lain, Dhana Baswara sedang menempuh pendidikan kebijakan publik di Universitas Sussex, Inggris. Ia berbagi pengalaman tentang bagaimana masyarakat Inggris menjaga tradisi dalam sistem sosial yang terbuka dan liberal.
Dalam diskusi tersebut, keduanya merumuskan konsep “Archipelagic Thinking” atau berpikir kepulauan. Konsep ini menekankan pentingnya memahami karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan yang kaya akan keberagaman dan keunikan di setiap daerah.
Menurut mereka, kebijakan pemerintah seharusnya tidak diterapkan dengan pendekatan “one size fits all”. Kebijakan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan spesifik di setiap daerah.
Untuk memperkenalkan gagasan ini, Tiyo dan Dhana berencana menggelar roadshow ke berbagai daerah di Indonesia. Mereka ingin berinteraksi dengan generasi milenial dan Gen Z untuk mendengarkan pandangan mereka mengenai masa depan daerah masing-masing.
“Kita akan lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kita ingin mendalami pemikiran anak muda dari seluruh Indonesia mengenai masa depan daerah mereka,” ujar Tiyo, Senin, 24 Agustus 2026.
Dhana menambahkan bahwa format roadshow masih akan dibahas, mencakup bincang terbuka, siniar, hingga dokumenter. Platform media dan siniar RayaTimes yang dirintisnya juga akan menjadi salah satu mitra media.
Tiyo menekankan bahwa perubahan mendasar sangat diperlukan untuk mengatasi krisis moral dan etika yang terjadi di kalangan elite. Menurutnya, upaya ini harus dimulai dengan mempersiapkan generasi baru yang akan memimpin Indonesia pada tahun 2045.
“Krisis ini sudah sangat akut, untuk menyelesaikannya harus dipotong satu generasi. Kita tidak bisa mengharapkan perubahan terjadi dari generasi sekarang, kita harus menyiapkan generasi masa depan,” tegas Tiyo.
Ia meyakini bahwa keberagaman sosial dan budaya serta kekayaan alam Indonesia merupakan modal besar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Di tangan generasi muda yang punya kesadaran moral dan budaya yang tinggi, potensi Indonesia Emas bisa terwujud,” pungkas Tiyo.





