DPR Desak Usut Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi

Jakarta, Maret.id — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan pemerintah daerah diminta untuk melakukan investigasi mendalam terkait sumber pencemaran di Kali Bekasi. Air sungai tersebut dilaporkan menghitam, berbusa, dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Anggota Komisi XII DPR, Shanty Alda Nathalia, mengungkapkan bahwa masalah pencemaran ini sudah berulang kali terjadi. “Dampaknya bukan hanya terhadap kualitas lingkungan dan ekosistem, tetapi juga kualitas air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” ujar Shanty.
Ia menegaskan bahwa pencemaran yang terus menerus menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih ketat. Hal ini berlaku untuk aktivitas yang berpotensi menghasilkan limbah di sepanjang aliran Kali Bekasi dan wilayah terkait.
“Penelusuran perlu diperluas untuk memastikan seluruh sumber pencemar diidentifikasi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat ditindak sesuai ketentuan,” imbuh Shanty.
Legislator dari PDIP ini menyarankan agar penelusuran pencemaran dilakukan secara menyeluruh, dan tidak hanya terfokus pada satu titik. “Kami mendesak KLH dan Dinas Lingkungan Hidup pemerintah daerah untuk mengusut tuntas sumber pencemaran Kali Bekasi,” tutur Shanty.
Ia juga menjelaskan bahwa pencemaran sungai bukan hanya masalah lingkungan, melainkan terkait dengan kepentingan masyarakat akan ketersediaan air bersih. “Kualitas air baku yang menurun dapat meningkatkan beban pengolahan air dan mengganggu pemenuhan kebutuhan air masyarakat,” tegasnya.
Shanty mendorong pemerintah untuk memperkuat langkah pencegahan, termasuk pengawasan rutin dan penegakan aturan terhadap pelanggaran yang terjadi. “Kami mendorong KLH dan pemerintah daerah memastikan setiap pelanggaran ditindak sesuai ketentuan, dan memperkuat pencegahan agar masalah serupa tidak terulang,” tandasnya.





