Respon Tegas Eri Cahyadi Jaga Pelayanan Publik Surabaya

Jakarta, Maret.id — Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pelayanan publik di Kota Surabaya selama ia menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Ia berharap agar semua kepala perangkat daerah tetap melaksanakan tugas mereka dengan maksimal dan responsif terhadap keluhan masyarakat.
Pelayanan Publik Tetap Prioritas
Eri Cahyadi mengimbau seluruh kepala perangkat daerah untuk memastikan bahwa pengaduan dari warga ditangani dengan cepat, idealnya dalam waktu 1×24 jam. Dia menjelaskan, program satu RW satu tenaga kesehatan (nakes) juga harus sudah berjalan optimal pada saat ia kembali.
“Keberadaan tenaga kesehatan di tingkat lingkungan sangat penting untuk memperkuat layanan dasar dan mempercepat penanganan masalah kesehatan di masyarakat,” ujarnya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat kepada layanan kesehatan yang lebih efisien.
Efektivitas Program Satu ASN Satu RW
Eri juga menekankan efektivitas dari program satu ASN satu RW yang telah dilaksanakan oleh Pemkot Surabaya. Menurutnya, program ini menunjukkan hasil positif dengan mendekatkan penyelesaian berbagai persoalan langsung di tingkat warga.
“Melalui program ini, kami berharap masalah seperti pemilahan sampah, pelayanan administrasi, dan isu sosial bisa diselesaikan tanpa menunggu adanya laporan resmi ke tingkat kota,” tambahnya. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik serta menumbuhkan rasa tanggung jawab di tingkat komunitas.
Sistem Pengaduan yang Transparan
Eri Cahyadi menyatakan bahwa semakin sedikitnya laporan yang masuk ke hotline wali kota mencerminkan kinerja yang baik dari sistem yang ada. “Jika hotline yang masuk masih banyak, berarti masih ada masalah yang perlu ditindaklanjuti oleh perangkat daerah,” tegasnya.
Selain itu, Eri menambahkan bahwa hotline pengaduan masyarakat bukan hanya sekadar saluran laporan, melainkan juga bagian penting dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan responsif. “Kami ingin Surabaya dibangun melalui sistem yang kuat, bukan hanya bergantung pada figur wali kota,” imbuhnya.
Eri juga mengingatkan bahwa banyaknya laporan masyarakat yang belum tertangani dapat mempengaruhi penilaian terhadap kinerja masing-masing kepala dinas. Ia berharap kepala dinas dapat memberikan perhatian yang lebih pada penanganan aduan agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di Surabaya. “Jika banyak laporan yang masuk, tentu ini berpengaruh terhadap penilaian capaian kinerja masing-masing,” tutup Eri.
Dengan kebijakan dan program yang diusungnya, Eri Cahyadi bertekad untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik selama dan setelah masa ibadah hajinya. Hal ini merupakan bagian dari visi Pemkot Surabaya untuk membangun kota yang responsif dan berorientasi pada masyarakat.





