Politik

Hotel Bali Tertekan, Pemerintah Diminta Benahi Pariwisata

Jakarta, Maret.id — Fenomena penjualan hotel dan vila di Bali yang meningkat perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas. Hal ini mencakup isu mahalnya tiket pesawat dan akses transportasi menuju destinasi pariwisata.

Anggota Komisi VII DPR RI, Eva Monalisa, mengungkapkan bahwa kondisi pariwisata di Bali tidak seragam. “Ada wilayah dengan tingkat kunjungan wisatawan tinggi dan kapasitas hotel besar, tetapi ada pula kawasan yang relatif sepi wisatawan,” kata Eva kepada wartawan di Jakarta.

Menurut Eva, rendahnya kunjungan wisatawan di beberapa wilayah berkaitan dengan berbagai faktor. “Mulai dari infrastruktur dan akses menuju destinasi hingga daya tarik yang ditawarkan,” tuturnya.

Persoalan perhotelan, lanjutnya, tidak dapat dipisahkan dari mata rantai pariwisata lainnya. “Tidak bisa hanya melihat satu sisi, yaitu hotel. Kita harus melihat rangkaian dari pariwisata itu, ada infrastruktur, ada UMKM, termasuk kreativitas di wilayah tersebut yang menjadi daya tarik wisatawan,” tegas Eva.

Eva juga menyoroti faktor transportasi, khususnya harga tiket pesawat. “Apakah itu juga mengenai biaya tiket yang mahal? Nah, itu juga harus kita lihat,” imbuhnya.

Ia menilai bahwa persoalan hotel yang mengalami tekanan bisnis tidak cukup ditangani dengan fokus pada sektor perhotelan semata. “Pemerintah perlu mengkaji berbagai faktor yang memengaruhi ekosistem pariwisata Bali,” tandasnya.

Eva mendorong adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian terkait, pelaku usaha, dan masyarakat. “Kebijakan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan Kementerian Pariwisata,” lanjutnya.

Ia menekankan pentingnya penanganan berbagai persoalan seperti transportasi, regulasi, infrastruktur, akses menuju destinasi, UMKM, dan ekonomi kreatif secara terpadu. “Kita tidak bisa melihat dari satu sisi. Kita harus melihat semua faktor, mulai dari wisata, regulasi transportasi, infrastruktur, jangkauan ke sana, UMKM, juga kreativitas di wilayah itu apakah menarik bagi wisatawan,” pungkasnya.

Sebelumnya, ratusan hotel dan vila di Bali terpantau dijual melalui platform jual beli properti online. Terdapat 524 iklan properti dengan kata kunci hotel di Bali, di mana 244 di antaranya merupakan hotel dan vila yang ditawarkan kepada calon pembeli.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button