Politik

Hj. Ansari PDIP Desak Pimpinan Komisi VIII DPR Tanggapi UINSA

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Pernyataan tersebut disampaikan Ansari dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Forum Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) di Jakarta pada Senin, 21 September 2026.

“Mungkin ini memang perlu dievaluasi tidak hanya di UINSA, tetapi untuk seluruh Indonesia,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Forum Komunikasi untuk Perubahan UINSA mengemukakan sejumlah aspirasi mengenai tata kelola kampus yang dinilai problematik.

Salah satu isu yang diangkat adalah pengangkatan dekan dan wakil dekan Fakultas Kedokteran yang tidak berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan dianggap melanggar ketentuan.

Forum juga menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan Rektor UINSA, menyebutkan kekurangan dalam partisipasi dan transparansi kebijakan.

Lebih lanjut, mereka menyoroti dugaan pungutan liar yang diduga dilakukan oleh Rektor UINSA dalam kapasitasnya sebagai ex-officio Koordinator Kopertais IV Surabaya terhadap dosen-dosen perguruan tinggi keagamaan Islam swasta yang mengikuti sertifikasi untuk periode 2024-2025.

Persoalan lain yang diangkat adalah proses pemilihan Rektor UINSA, di mana Profesor Akhmad Muzakki terpilih tetapi tidak termasuk dalam tiga calon rektor yang direkomendasikan oleh tim seleksi Kementerian Agama.

Menurut Ansari, semua persoalan yang terjadi di UINSA bisa menjadi cermin untuk meninjau kembali tata kelola UIN di daerah lain.

“Mungkin UINSA yang membawa permasalahan ini ke sini, namun hikmahnya akan nanti oleh seluruh Indonesia,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menekankan pentingnya agar pimpinan Komisi VIII DPR RI menangani masalah ini secara serius. Ia mengusulkan agar Menteri Agama dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama dipanggil untuk memberikan keterangan dan melakukan evaluasi komprehensif.

“Jadi, mungkin ini benar-benar harus disikapi secara serius pimpinan. Sehingga kita nanti benar-benar harus memanggil Menteri Agama beserta Sekjen-nya. Dan kita evaluasi secara keseluruhan seperti itu,” imbuhnya.

Ansari juga menekankan bahwa UINSA memegang peran krusial bagi masyarakat Jawa Timur, termasuk Madura, dengan banyaknya mahasiswa asal Madura yang menuntut ilmu di kampus tersebut.

“Alhamdulillah saya dari Jawa Timur. Dan saya sangat bersyukur sekali dengan adanya UINSA. Saya dari Madura. Banyak orang Madura yang kuliah di UINSA,” tandas Ansari.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button