Politik

Prabowo Perlu Tingkatkan Tutur Kata Sebagai Pemimpin Nasional

Jakarta, Maret.id — Pengamat politik Andi Yusran mengingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk lebih berhati-hati dalam berbicara di ruang publik. Hal ini menyusul pernyataannya yang menyatakan bahwa beberapa pakar “saking pintarnya jadi goblok” saat memperingati HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) pada 18 September 2026.

Andi menjelaskan, sebagai seorang Presiden, Prabowo bukan hanya berfungsi sebagai kepala pemerintahan, tetapi juga sebagai kepala negara. “Prabowo mesti memperbaiki diri dalam bertutur, karena ia adalah kepala negara, tidak sekadar sebagai kepala pemerintahan,” kata Andi kepada RMOL.

Ia menegaskan bahwa posisi kepala negara memiliki simbol dan wibawa tersendiri. Oleh karena itu, komunikasi yang disampaikan kepada publik sebaiknya terukur, terutama saat merespons kritik atau pandangan yang berbeda. “Kepala negara adalah mahkota, semestinya berlaku sopan, lemah lembut dan senantiasa dingin,” ujar Andi.

Sebelumnya, Prabowo menyoroti sejumlah pakar yang menurutnya memanfaatkan kepakaran untuk melontarkan tuduhan yang ia anggap fitnah. Dalam pidatonya, ia juga menekankan pentingnya kejujuran intelektual. Pernyataan “saking pintarnya jadi goblok” tersebut kemudian memicu perhatian publik karena disampaikan langsung oleh Presiden dalam forum resmi, dan klipnya viral di media sosial.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button