ISSP Kantongi Dana Rp200 Miliar untuk Buyback Saham Tanpa RUPS

Jakarta, Maret.id — Emiten ISSP mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) yang akan dilaksanakan tanpa melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pengumuman keterbukaan informasi tersebut disampaikan pada Senin, 25 Mei 2026, dengan rincian proyeksi dan jadwal pelaksanaan yang sudah ditetapkan manajemen.
Rincian program buyback
Manajemen ISSP memproyeksikan penyerapan kembali sekitar 83.330.000 lembar saham, setara dengan 3,4 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perusahaan menetapkan batas harga pembelian tertinggi pada level Rp800 per lembar saham sesuai ketentuan POJK Nomor 29 Tahun 2023.
Pelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan sejak pengumuman keterbukaan informasi dan paling lambat berakhir pada 25 Agustus 2026. Seluruh saham yang berhasil dibeli kembali akan dicatat sebagai saham tresuri dan disimpan oleh perusahaan sesuai praktik pasar modal.
Alasan dan pertimbangan manajemen
Manajemen menyatakan keputusan buyback dilandasi penilaian bahwa harga saham ISSP saat ini berada di bawah nilai wajar berdasarkan realisasi kinerja fundamental perseroan. Selain itu, aksi ini dianggap langkah strategis untuk meningkatkan nilai pemegang saham jangka menengah hingga panjang.
Perusahaan juga menegaskan aksi buyback tidak akan mengganggu stabilitas keuangan karena struktur modal kerja dan arus kas yang memadai untuk menopang kegiatan operasional harian. Manajemen menyampaikan bahwa alokasi dana murni diprioritaskan untuk pembelian saham dan belum termasuk biaya perantara pedagang efek serta biaya pendukung lainnya.
Pelaksana dan kepatuhan regulasi
Untuk mengeksekusi transaksi, ISSP telah menunjuk PT MNC Sekuritas sebagai anggota bursa yang bertugas melaksanakan pembelian saham di lantai Bursa Efek Indonesia. Seluruh proses akan mengikuti aturan dan mekanisme di bursa serta ambang batas harga yang telah ditentukan oleh perusahaan.
Perusahaan menegaskan bahwa pelaksanaan buyback akan tetap berpedoman pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan pasar modal yang berlaku guna memastikan transparansi dan kepatuhan. Keputusan ini juga akan dipantau dan dilaporkan sesuai dengan kewajiban keterbukaan informasi emiten.
Implikasi terhadap laporan keuangan
Berdasarkan simulasi laporan keuangan per 31 Maret 2026, setelah alokasi dana untuk buyback, laba bersih perseroan diperkirakan turun tipis menjadi Rp73,03 miliar dari sebelumnya Rp77,03 miliar. Dampak pada laba bersih per saham diproyeksikan bergerak sedikit dari Rp10,90 menjadi Rp10,87.
Manajemen menilai perubahan tersebut tidak signifikan dan berada dalam batas yang masih dapat ditoleransi tanpa mengorbankan kemampuan operasional. Perusahaan berkomitmen untuk terus memantau kinerja keuangan dan menginformasikan perkembangan material kepada publik secara berkala.
Respons pasar dan prospek
Investor dan analis diharapkan mengamati pergerakan saham ISSP selama periode buyback sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap valuasi perusahaan. Aksi buyback sering dipandang pasar sebagai upaya untuk mendukung harga saham dan memperbaiki struktur permodalan dalam jangka menengah.
Ke depan, perkembangan implementasi buyback, realisasi pembelian saham serta dampaknya pada saham tresuri akan menjadi faktor penting yang menentukan sentimen pasar. Perusahaan berjanji untuk menyediakan update keterbukaan informasi secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku.
Demikian informasi terkait rencana buyback ISSP yang diumumkan menjelang paruh kedua 2026, dengan komitmen terhadap kepatuhan regulasi dan kestabilan keuangan perusahaan.





