Ekonomi

PTK pastikan operasional maritim tetap lancar saat libur Iduladha

Jakarta, Maret.id — Wakil Presiden Legal & Relations Pertamina Trans Kontinental (PTK), Amran Reza, menegaskan bahwa jalur maritim tetap menjadi urat nadi transportasi nasional yang sangat vital bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Pernyataan itu disampaikan berkaitan dengan kesiagaan perusahaan selama masa libur panjang Iduladha 1447 H yang berlangsung bertahap pada 27 Mei hingga 1 Juni 2026.

PTK, kata Amran, mengoperasikan ratusan unit armada kapal yang aktif melayani kebutuhan logistik energi dan layanan penunjang lainnya meskipun pada periode libur panjang. Komitmen ini dilakukan agar pasokan energi dan layanan operasional tidak terganggu, terutama di wilayah-wilayah yang sangat bergantung pada transportasi laut.

Kesiagaan Operasional Selama Libur Panjang

Amran menegaskan bahwa PTK Group tetap bersiaga penuh untuk memastikan kebutuhan pelanggan terpenuhi tepat waktu. Perusahaan menerapkan sistem shift dan koordinasi intensif antar unit agar operasi lapangan tetap berjalan efektif selama libur.

Catatan performa PTK menunjukkan tingkat keandalan layanan di atas 99 persen, sebuah angka yang menjadi indikator ketepatan waktu serta standar keselamatan kerja yang diterapkan secara konsisten. Menurut manajemen, capaian tingkat keandalan tersebut merupakan hasil dari pemeliharaan armada yang rutin serta prosedur operasional yang ketat.

Armada dan Layanan Terintegrasi

Operasional PTK mencakup layanan Support Vessel Provider, Marine Service, Port Operations Services, hingga Shorebase, yang saling terintegrasi untuk menjamin keberlanjutan rantai pasok energi. Integrasi layanan ini memungkinkan penanganan logistik dari hulu hingga hilir dengan koordinasi antar tim teknis, manajemen kapal, dan otoritas pelabuhan.

Persiapan operasional juga meliputi pengecekan kondisi kapal, persediaan bahan bakar, serta kesiapan SDM di lapangan yang mengikuti standar keselamatan maritim nasional dan internasional. Selain itu, PTK melakukan komunikasi intensif dengan pihak terkait untuk mengantisipasi potensi gangguan cuaca atau kendala teknis yang dapat memengaruhi jadwal pelayaran.

Program Sosial dan Penyaluran Kurban

Selain fokus pada operasional, momen Iduladha dimanfaatkan PTK bersama anak perusahaan dan joint venture untuk menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Perusahaan mencatat penyaluran 10 ekor sapi dan 7 ekor kambing kurban yang didistribusikan sebagai bagian dari program kemitraan sosial.

Distribusi hewan kurban tersebut dilaksanakan merata ke sejumlah masjid, permukiman warga, sekolah, dan pondok pesantren di wilayah Jakarta serta Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah. Selain dari induk perusahaan, hewan kurban juga dihimpun dari afiliasi strategis seperti PT Pertamina Port and Logistics, PT Pertamina Marine Solutions, PT Pertamina Marine Engineering, dan PT Trans Young Maritime.

Amran menyatakan bahwa penyaluran hewan kurban merupakan agenda rutin PTK yang bertujuan menyebarkan kebahagiaan kepada masyarakat serta memperkuat kebersamaan dengan seluruh pemangku kepentingan. Ia menambahkan bahwa kegiatan TJSL dilaksanakan dengan prosedur distribusi yang transparan dan akuntabel agar manfaat dapat dirasakan langsung oleh komunitas di sekitar kawasan operasional.

Manajemen PTK juga menyoroti pentingnya sinergi antara fungsi operasional dan program komunitas untuk mendukung kelangsungan aktivitas ekonomis lokal. Kolaborasi dengan pemangku kepentingan lokal dinilai krusial demi menjaga keberlanjutan pasokan energi sekaligus memperkuat hubungan sosial di wilayah operasi.

Sumber internal perusahaan mengungkapkan bahwa evaluasi pasca-libur menjadi bagian rutin untuk mengidentifikasi pelajaran dan meningkatkan kesiapan pada periode berikutnya. Hasil evaluasi tersebut akan dipakai sebagai dasar peningkatan prosedur operasi dan penyesuaian kapabilitas armada bila diperlukan.

Dengan komitmen operasional dan kegiatan sosial yang simultan, PTK menegaskan posisinya sebagai salah satu pelaku utama logistik energi maritim di Indonesia yang terus menjaga pelayanan tanpa mengabaikan tanggung jawab sosial. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi stabilitas pasokan energi sekaligus kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar daerah operasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button