Harga Minyak Melonjak Lagi, Pasar Tegang Awasi Ketegangan di Selat Hormuz

Washington, Maret.id — Harga minyak dunia menguat pada penutupan perdagangan Jumat, dengan Brent ditutup pada 101,29 Dolar AS per barel naik 1,23 persen dan West Texas Intermediate (WTI) pada 95,42 Dolar AS per barel naik 0,64 persen. Meski demikian, kedua acuan mencatat penurunan mingguan lebih dari 6 persen.
Pergerakan Harga dan Data Perdagangan
Kenaikan intrahari tidak mampu menutup sepenuhnya tekanan mingguan yang disebabkan oleh sentimen pasar yang bergejolak. Sepanjang sesi, harga bergerak sangat fluktuatif seiring investor merespons perkembangan politik dan militer di kawasan Teluk. Analis menilai pergerakan tersebut lebih banyak dipicu oleh berita-berita terkini daripada faktor fundamental pasar jangka panjang.
Ketegangan di Selat Hormuz dan Prospek Negosiasi
Kenaikan harga dipicu oleh kekhawatiran terhadap situasi di Selat Hormuz setelah bentrokan kembali terjadi antara pasukan Amerika Serikat dan Iran. Di saat yang sama, pasar juga memperhitungkan kemungkinan terjadinya gencatan senjata dan pembicaraan baru antara Washington dan Teheran. John Kilduff, mitra di Again Capital, mengatakan, “Kita berada di ambang terobosan negosiasi atau justru di ambang pecahnya kembali pertempuran,” dan menambahkan pasar masih melihat peluang tercapainya kesepakatan baru dalam waktu dekat.
Analis senior Price Futures Group, Phil Flynn, menekankan pengaruh berita politik dan militer terhadap pasar saat ini, mengatakan bahwa pergerakan masih didorong oleh perkembangan utama. Ia mencatat aktivitas kapal di Teluk Persia masih berlangsung sebaik yang dapat diharapkan, meski risiko sengketa terus membayangi. Uni Emirat Arab juga kembali menjadi sasaran serangan, sementara Washington menunggu respons dari Teheran terhadap proposal penghentian konflik.
Prospek ke depan tetap bergantung pada arah negosiasi dan eskalasi militer di kawasan, sehingga volatilitas pada harga minyak diperkirakan akan berlanjut dalam jangka pendek.





