Komisaris Pertamina mengapresiasi dan menggandeng program TJSL Uma Palak Lestari

Jakarta, Maret.id — Pengembangan Desa Energi Bersih (DEB) “Uma Palak Lestari” di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali, yang dibina oleh Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal Ngurah Rai, menunjukkan dampak signifikan bagi produktivitas pertanian dan perekonomian setempat.
Kawasan binaan itu menjadi fokus kunjungan kerja jajaran Dewan Komisaris Pertamina pada akhir Mei 2026. Kunjungan dilakukan untuk meninjau langsung hasil intervensi program dan menyaksikan praktik produksi pertanian berkelanjutan.
Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang dan Komisaris Independen Pertamina Condro Kirono memimpin peninjauan yang berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026. Mereka didampingi oleh Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan Pertamina Patra Niaga Kadek Ambara Jaya, Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita, serta manajemen terkait.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melakukan penanaman padi secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap pertanian ramah lingkungan dan energi terbarukan. Simbolisme ini juga dimaksudkan untuk menegaskan komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan.
Transformasi Energi dan Irigasi
Sebelum program dijalankan, petani setempat sering menghadapi kendala pasokan air terutama saat musim kemarau panjang. Kekurangan air itu kerap menyebabkan penurunan hasil panen dan menekan pendapatan keluarga petani.
Pertamina merespons persoalan tersebut dengan memasang sistem pengairan modern yang didukung Renewable Battery Technology (RBT) dan turbin mikrohidro berkapasitas 21 kWp. Kombinasi teknologi ini memungkinkan pasokan air lebih andal dan stabil untuk 103 hektare lahan pertanian.
Pemanfaatan energi bersih pada proyek ini berhasil mengurangi emisi hingga sekitar 27,3 ton CO2eq per tahun. Selain itu, modernisasi mencakup digitalisasi tata kelola irigasi dan penggunaan alat pertanian elektrik seperti traktor serta mesin penggiling padi.
Fasilitas pembelajaran bernama “Bale Melajang” juga dibangun untuk menjadi pusat edukasi pertanian organik dan pengelolaan irigasi berbasis sistem Subak. Pusat ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas petani lokal melalui pelatihan dan demonstrasi praktik pertanian berkelanjutan.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Program DEB Uma Palak Lestari tercatat telah memberi manfaat langsung kepada sekitar 408 warga komunitas setempat. Kelompok penerima manfaat tersebut termasuk 24 petani perempuan yang mendapat dukungan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan.
Secara finansial, petani dilaporkan mampu menghemat biaya listrik hingga sekitar Rp44 juta per tahun akibat peralihan ke energi terbarukan. Produktivitas padi mengalami peningkatan signifikan dari rata-rata 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare.
Sebuah lahan seluas 5 hektare yang dikembangkan untuk budidaya padi organik varietas Mentik Susu kini mencatat omzet sekitar Rp476 juta per tahun. Angka ini menunjukkan potensi nilai tambah pertanian organik bila dipadukan dengan akses teknologi dan pasar.
Kawasan tersebut juga dikembangkan sebagai destinasi ekowisata dan eduwisata dengan fasilitas ruang terbuka hijau, jogging track, kafe rest area, serta camping ground. Pengembangan pariwisata komunitas itu menarik sekitar 72 ribu wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pendapatan dari aktivitas pariwisata dilaporkan menyumbang sekitar Rp64 juta per tahun kepada perekonomian lokal. Pendekatan multifaset antara pertanian, energi mandiri, dan pariwisata menjadi kunci diversifikasi penghasilan warga.
Rekomendasi dan Rencana Replikasi
Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang menyatakan bahwa DEB Uma Palak Lestari merupakan role model pemberdayaan yang berhasil mengintegrasikan pertanian, energi terbarukan, dan pariwisata berbasis komunitas. Menurut Nanik, setelah intervensi program, hasil panen dan pendapatan petani meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan kondisi ketika gagal panen pada 2023.
Nanik mendorong agar program serupa direplikasi pada wilayah operasi Pertamina lainnya di Indonesia. Replikasi dinilai penting untuk memperluas manfaat sosial-ekonomi sekaligus mendukung target keberlanjutan nasional.
Komisaris Independen Condro Kirono menegaskan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) BUMN harus menghasilkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar operasi. Condro menambahkan bahwa manfaat riil yang dirasakan masyarakat akan memperkuat ikatan sosial dan meningkatkan dukungan terhadap peran Pertamina sebagai perusahaan negara.
Manajemen Pertamina Patra Niaga mengatakan bahwa keberlanjutan program akan terus dipantau dan dievaluasi untuk memastikan dampak jangka panjang. Mereka juga menyatakan kesiapan menjajaki kemitraan tambahan dengan pemangku kepentingan lokal untuk memperluas cakupan program.
Para pemangku kebijakan daerah dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memanfaatkan model ini sebagai referensi kolaborasi publik-swasta. Pengalaman DEB Uma Palak Lestari bisa menjadi acuan untuk menggabungkan teknologi hijau dengan kearifan lokal dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan.
Peninjauan di lokasi menegaskan bahwa intervensi teknologi dan program pemberdayaan harus ditemani pelatihan intensif dan akses pasar agar manfaatnya berkelanjutan. Penguatan tata kelola komunitas dan pengelolaan sumber daya lokal menjadi faktor penentu dalam menjaga kesinambungan proyek.
Dengan kombinasi teknologi, edukasi, dan pengembangan ekonomi lokal, proyek ini dipandang sebagai contoh bagaimana investasi korporasi dapat mendorong perubahan nyata di tingkat desa. Ke depan, keberhasilan Uma Palak Lestari diharapkan menjadi inspirasi bagi program pembangunan berkelanjutan di wilayah lain.





