Ekonomi

IHSG Ambles Empat Persen Saat Dolar AS Tembus Rp18.137

Jakarta, Maret.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada 10 menit pertama perdagangan pagi ini, tercatat berada di level 5.348,95 atau anjlok 245,82 poin setara 4,39 persen.

IHSG sempat menyentuh titik terendah intraday di 5.346,91 pada periode tersebut.

Pergerakan Indeks pada Sesi Awal

Penurunan terjadi secara merata di hampir seluruh sektor pasar saham domestik.
Sebanyak 606 saham tercatat berada di zona merah, sementara hanya 57 saham menunjukkan penguatan dan 296 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan pagi ini menunjukkan likuiditas yang relatif tinggi.
Nilai transaksi tercatat sekitar Rp2,85 triliun dengan volume perdagangan mencapai 3,77 miliar saham dan frekuensi transaksi menyentuh 279 ribu kali.

Tekanan di Pasar Valuta Asing

Tekanan tidak hanya dirasakan di pasar modal, namun juga pada pasar valuta asing yang menunjukkan pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah diperdagangkan di level Rp18.137 per Dolar AS, melemah 101,5 poin atau 0,56 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan mata uang dan bursa saham pagi ini mencerminkan sentimen negatif yang memengaruhi pasar keuangan domestik.
Faktor global dan aksi jual portofolio oleh pelaku pasar menjadi salah satu latar yang berdampak pada tekanan likuiditas saat pembukaan perdagangan.

Sektor dan Saham yang Terdampak

Pelemahan sektor terlihat hampir menyeluruh, termasuk sektor perbankan, konsumer, dan industri dasar yang memberikan kontribusi besar terhadap indeks.
Beberapa saham dengan kapitalisasi besar tercatat mengalami koreksi signifikan sehingga memberi tekanan pada pergerakan IHSG.

Analis pasar mencatat bahwa tekanan awal perdagangan sering kali dipengaruhi oleh kombinasi faktor domestik dan eksternal.
Pergerakan suku bunga acuan global, data ekonomi luar negeri, serta sentimen risiko mengemuka sebagai faktor yang perlu diawasi.

Investor institusi dan ritel tercatat meningkatkan aktivitas jual pada sesi pembukaan, tercermin dari lonjakan volume perdagangan.
Lonjakan frekuensi dan nilai transaksi pagi ini menandakan bahwa pelaku pasar bereaksi cepat terhadap berita dan kondisi pasar global.

Pelaku pasar diharapkan memantau perkembangan data dan pernyataan resmi dari otoritas keuangan.
Pergerakan nilai tukar dan tekanan pasar saham dapat berubah cepat seiring respon terhadap data makroekonomi dan kebijakan fiskal maupun moneter.

Sesi perdagangan siang dan penutupan akan menentukan apakah koreksi pagi ini berlanjut atau terjadi pembalikan arah.
Investor disarankan tetap memperhatikan manajemen risiko dan informasi pasar terkini sebelum mengambil keputusan transaksi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button