Wadirut Pertamina Tinjau Kilang Balongan dan Pastikan Operasional Tetap Stabil

Jakarta, Maret.id — Oki bersama rombongan meninjau Unit Residue Catalytic Cracking (RCC) di Kilang Balongan dalam kunjungan kerja yang berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melihat langsung proses pengolahan residu minyak mentah menjadi produk bernilai tinggi.
Peninjauan Unit RCC
Unit RCC disebut sebagai jantung produksi Kilang Balongan dan penyumbang margin terbesar di fasilitas tersebut. Dalam kunjungan, rombongan mengamati proses konversi residu menjadi produk seperti petrokimia, LPG, dan bahan bakar Pertamax Turbo.
Observasi lapangan termasuk pengamatan terhadap jalur proses dan pengendalian mutu produk akhir. Tim manajemen Kilang Balongan menjelaskan alur produksi dan mekanisme peningkatan nilai tambah dari residu minyak.
Dialog dan Sinergi Antar Unit
Di sela kunjungan, Oki menggelar sesi diskusi dengan tim manajemen Kilang Balongan serta jajaran Pertamina EP Zona 5 dan Zona 7 serta ONWJ. Pertemuan menekankan pentingnya koordinasi lintas unit untuk menjaga kelancaran operasi dan kontinuitas pasokan.
Oki menegaskan perlunya menjaga semangat One Pertamina agar unit-unit bisnis di Indramayu bergerak sebagai satu kesatuan. Menurutnya, sinergi internal merupakan kunci menghadapi tantangan operasional dan bisnis di lingkungan kilang.
Penekanan pada HSSE
Selain aspek bisnis, Oki juga mengingatkan agar setiap pekerjaan mengutamakan aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment). Penekanan ini dimaksudkan untuk mencegah kejadian kecelakaan kerja serta menjaga kelestarian lingkungan sekitar kilang.
Penerapan prosedur HSSE yang ketat dinilai sebagai pondasi operasional yang tidak bisa ditawar. Manajemen diharapkan melakukan simulasi, audit, dan peningkatan kompetensi pekerja secara berkala untuk menekan risiko.
Yulianto Triwibowo, Executive General Manager Refinery Unit Balongan, menyambut baik arahan tersebut dan menjelaskan inisiatif internal yang berjalan. Ia memaparkan bahwa unit-unit Pertamina di Indramayu telah membentuk forum komunikasi khusus untuk memperkuat koordinasi.
Forum itu, menurut Yulianto, bernama ERUMORGASPOL dan menjadi wadah bagi Eksplorasi, Refinery Unit, Marketing Operation Region, Pertamina Gas, hingga Polytama Propindo. Melalui forum ini, mereka rutin melakukan simulasi gabungan, berbagi praktik tata kelola HSSE, serta silaturahmi dengan pemangku kepentingan.
Performa Operasional Kilang
Terkait performa operasional, Yulianto memastikan bahwa Kilang Balongan saat ini beroperasi normal dengan kapasitas pengolahan yang signifikan. Ia menyatakan bahwa kapasitas pengolahan saat ini mencapai 150 ribu barel per hari.
Kapasitas ini menunjukkan peran strategis Kilang Balongan dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar dan produk petrokimia nasional. Manajemen menyebutkan upaya pemeliharaan dan peningkatan efisiensi terus dilakukan untuk mempertahankan kinerja kilang.
Kunjungan ini juga dimaknai sebagai bagian dari upaya penguatan sinergi antar anak usaha dan unit bisnis Pertamina di wilayah Jawa Barat. Para pemangku kepentingan diharapkan terus menjalin komunikasi untuk mengantisipasi dinamika pasar dan tantangan teknis.
Pihak terkait berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan operasi melalui implementasi praktik terbaik dan pengawasan berkelanjutan. Langkah-langkah tersebut dinilai penting demi meminimalkan gangguan produksi serta memastikan standar keselamatan dan lingkungan dipenuhi.





