Kunjungan Delegasi Jepang ke BLP Bahas Arah Masa Depan Logistik

Jakarta, Maret.id — Delegasi Jepang beranggotakan 10 orang yang dipimpin Chairman Japan Transport and Tourism Research Institute (JTTRI) Shukuri Masafumi melakukan kunjungan kerja untuk mempelajari ekosistem logistik Indonesia dan menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan solusi multimoda berbasis kereta api.
Rangkaian kunjungan dan agenda delegasi
Delegasi yang terdiri atas perwakilan pemerintah, akademisi/peneliti, dan pelaku usaha itu sebelumnya bertemu dengan pejabat Deputi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan melakukan kunjungan ke Pelabuhan Patimban. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memahami kondisi infrastruktur dan rantai pasok logistik nasional.
Pertemuan dengan pihak perusahaan BLP difokuskan pada pengembangan skema multimoda/intermodal berbasis rel, terutama terkait konektivitas dari Stasiun Semarang menuju pelabuhan utama seperti Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Diskusi berlangsung strategis dan menitikberatkan pada pentingnya integrasi antarmoda untuk meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional, menurut Rio Tanujaya, Senior Management BLP.
Kunjungan lapangan dan potensi rail freight
Setelah sesi diskusi, delegasi melanjutkan kunjungan lapangan ke fasilitas BLP di Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, yang berlokasi dekat kawasan Ancol. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran konkret mengenai kesiapan infrastruktur dan potensi pengembangan angkutan barang berbasis rel ke depan.
Rio menilai bahwa saat ini angkutan jalan masih sangat dominan dalam distribusi barang nasional, sementara peran kereta api relatif kecil. “Padahal, pengalaman Jepang menunjukkan bahwa integrasi multimoda berbasis rail dapat menjadi kunci efisiensi, keandalan, dan keberlanjutan sistem logistik,” ujarnya dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Dia menambahkan bahwa kunjungan tersebut diharapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih konkret untuk mendorong transformasi logistik Indonesia menuju sistem yang lebih efisien dan terintegrasi. Delegasi Jepang dan pihak BLP tampak membuka peluang pertukaran pengalaman teknis dan kajian bersama untuk merumuskan skema implementasi rail freight yang sesuai dengan kondisi domestik.





