Ekonomi

Rupiah menguat menembus Rp18.058 per Dolar AS sore ini

Jakarta, Maret.id — Rupiah diperdagangkan pada level Rp18.058 per dolar AS, menguat 129,5 poin atau 0,71 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.

Kenaikan BI-Rate Mendadak

Bank Indonesia (BI) secara mendadak menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Keputusan ini merupakan kenaikan kedua dalam rentang kurang dari sebulan setelah kenaikan 50 basis poin pada 20 Mei 2026 menjadi 5,25 persen.

Langkah Suku Bunga Lainnya

Selain menaikkan BI-Rate, bank sentral juga menyesuaikan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) menjadi 4,50 persen dan suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) menjadi 6,25 persen, masing-masing naik 25 basis poin. Kenaikan tersebut diumumkan di luar jadwal rutin Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang biasanya digelar pada minggu ketiga setiap bulan.

Pernyataan Gubernur BI

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa Rapat Dewan Gubernur memutuskan kenaikan suku bunga untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar. Menurut Perry, langkah ini diambil setelah evaluasi yang menunjukkan rupiah bergerak lebih lemah dari perkiraan sejak RDG 18–19 Mei 2026.

BI menilai tekanan terhadap rupiah semakin meningkat seiring tingginya ketidakpastian global, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas pasar internasional. Kebijakan moneter yang lebih ketat diharapkan dapat meredam aliran keluar modal dan memperbaiki ekspektasi pasar terhadap nilai tukar.

Tujuan Inflasi dan Stabilitas

Perry menambahkan bahwa kenaikan suku bunga juga bersifat antisipatif untuk memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran pemerintah, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027. Langkah ini bertujuan menjaga kredibilitas kebijakan moneter dan menekan risiko inflamasi impor yang dapat terjadi akibat pelemahan rupiah.

Dampak pada Pasar dan Kredit

Reaksi pasar menunjukkan apresiasi rupiah pada perdagangan hari ini setelah pengumuman BI, namun penguatan tersebut rentan terhadap sentimen global berikutnya. Suku bunga yang lebih tinggi berpotensi menambah beban biaya pendanaan bagi pelaku usaha dan memperlambat kredit, meski di sisi lain dapat menarik arus modal asing jangka pendek.

Prospek ke Depan

Para pelaku pasar dan analis memperkirakan BI akan terus memantau perkembangan nilai tukar dan inflasi sebelum menentukan langkah lanjutan. Jika tekanan eksternal berlanjut, bank sentral diperkirakan tidak menutup kemungkinan melakukan penyesuaian kebijakan lebih lanjut untuk menjaga stabilitas makroekonomi.

Kebijakan mendadak ini menegaskan prioritas BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar sambil tetap menyeimbangkan target inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Pengaruhnya terhadap aktivitas ekonomi domestik akan menjadi fokus pengawasan dalam beberapa bulan mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button