Indeks IHSG Melejit 7,57 Persen Usai Pemanggilan Bos Bank Nasional

Jakarta, Maret.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound dan ditutup pada level tertinggi pada pergerakan hari ini setelah sempat anjlok ke posisi 5.318 pada sesi sebelumnya.
Pergerakan IHSG dan Statistik Perdagangan
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), penguatan pasar tercatat luas dengan mayoritas saham bergerak di zona hijau pada penutupan perdagangan.
Sebanyak 678 saham berakhir menguat, 89 saham melemah, dan 48 saham stagnan pada sesi perdagangan hari ini.
Aktivitas perdagangan juga menunjukkan likuiditas yang tinggi dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp28 triliun.
Volume perdagangan berada di kisaran 45 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 2,7 juta kali, menandakan minat investor yang meningkat pada saham-saham tertentu.
Penguatan Didukung Saham Perbankan dan Blue Chip
Penguatan IHSG mendapat dukungan kuat dari reli saham-saham sektor perbankan dan emiten berkapitalisasi besar atau blue chip.
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melonjak 10,24 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) naik 8,64 persen, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 7,72 persen.
Sementara itu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 6,19 persen, yang turut menopang kenaikan indeks secara keseluruhan.
Sentimen sektor perbankan menjadi katalis utama pada perdagangan hari ini setelah serangkaian pertemuan antara wakil legislatif dan pemangku kepentingan industri keuangan.
Pertemuan DPR dengan Pelaku Perbankan
Lonjakan harga saham perbankan terjadi setelah Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menggelar pertemuan dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas), serta sejumlah pemangku kepentingan sektor keuangan.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, berlangsung pada Selasa dan dihadiri oleh pejabat tinggi perbankan serta unsur terkait.
Di antara peserta yang hadir tercatat Putrama Wahju Setiawan selaku Direktur Utama BNI dan Hery Gunardi selaku Direktur Utama BRI, yang mewakili kepentingan Himbara dan Perbanas dalam diskusi tersebut.
Beberapa pejabat pemerintahan juga tercatat hadir untuk memberi penjelasan terkait kondisi industri dan kebijakan yang relevan.
Evaluasi dan Koordinasi oleh DPR
Dalam keterangannya usai pertemuan, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan DPR melakukan evaluasi dan koordinasi menyeluruh terkait situasi industri perbankan nasional di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Dasco menyatakan bahwa DPR memperoleh paparan langsung dari Himbara dan Perbanas mengenai perkembangan terbaru di sektor perbankan.
“Apa yang kami terima hari ini berupa paparan dan klarifikasi mengenai kondisi perbankan nasional, dan berdasarkan hasil diskusi perkembangannya dinilai sangat bagus,” ujar Dasco.
Pernyataan tersebut memperlihatkan upaya legislatif untuk menjaga stabilitas sektor keuangan serta memastikan langkah-langkah mitigasi atas potensi risiko yang dapat memengaruhi pasar.
Implikasi bagi Pasar dan Outlook Ke depan
Anjloknya IHSG ke level 5.318 yang kemudian ditutup pada posisi tertinggi mencerminkan volatilitas yang masih membayangi pasar modal domestik.
Namun, respons positif saham-saham perbankan dan blue chip pada hari ini dapat menjadi sinyal pemulihan kepercayaan investor jangka pendek.
Pengamat pasar menilai, pemantauan kebijakan publik dan komunikasi antara regulator, pemerintah, dan pelaku industri menjadi kunci untuk meredam gejolak pasar di periode mendatang.
Investor disarankan tetap berhati-hati dan mengamati rilis data ekonomi serta langkah-langkah kebijakan yang dapat memengaruhi likuiditas dan kinerja sektor perbankan.





