Antam Kantongi Laba Rp7,92 Triliun pada 2025, Melejit 106 Persen

Jakarta, Maret.id — PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun pada tahun buku 2025, atau tumbuh 106 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya, yang menurut Direktur Utama Antam Untung Budiharto merupakan pencapaian terbaik dalam sejarah perusahaan.
Perusahaan juga melaporkan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun, meningkat 22 persen secara tahunan, hasil yang diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar secara virtual pada Rabu, 10 Juni 2026.
Kinerja Nikel Menjadi Motor Utama
Direktur Strategi Korporasi Pengembangan Usaha dan Komersial Antam, Handi Sutanto, menjelaskan bahwa lonjakan laba didorong oleh kuatnya kinerja operasional di seluruh lini bisnis perseroan.
Menurut Handi, segmen nikel menjadi salah satu motor utama pertumbuhan dengan produksi yang meningkat 62 persen dan penjualan yang melonjak 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Manajemen menyatakan bahwa momentum tersebut dimanfaatkan melalui optimalisasi kegiatan pertambangan dan penajaman Rancangan Kinerja dan Biaya, yang pihaknya nilai berhasil meningkatkan efisiensi operasional dan marjin keuntungan.
Peningkatan Produksi Bauksit dan Peran Emas
Bisnis bauksit Antam mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi lagi, dengan produksi meningkat 112 persen dan penjualan tumbuh 157 persen secara tahunan.
Sementara itu, bisnis emas terus menjadi kontributor signifikan bagi kinerja perusahaan, dengan realisasi penjualan mencapai sekitar 37 ton sepanjang 2025.
Manajemen memaparkan bahwa tingginya permintaan emas domestik menjadi salah satu faktor pendorong, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berinvestasi dalam emas sebagai instrumen lindung nilai.
Fokus pada Efisiensi dan Profitabilitas
Antam menegaskan komitmen menjalankan program efisiensi secara konsisten untuk menjaga dan meningkatkan profitabilitas perusahaan di tengah fluktuasi harga komoditas global.
Direksi menekankan bahwa meskipun harga komoditas sulit dikendalikan, pengendalian biaya menjadi variabel yang dapat diupayakan dan diefisiensikan untuk meningkatkan kinerja keuangan.
Handi menjabarkan bahwa kombinasi pertumbuhan volume penjualan, reli harga komoditas yang kuat, serta disiplin dalam efisiensi biaya merupakan tiga faktor utama yang mendorong lonjakan laba bersih pada tahun buku 2025.
RUPST yang dilaksanakan juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp5,04 triliun atau setara 70 persen dari laba bersih tahun buku 2025, langkah yang dinilai manajemen selaras dengan upaya menjaga keseimbangan antara reinvestasi dan imbal hasil kepada pemegang saham.
Kinerja Antam dinilai memberikan sinyal positif bagi upaya hilirisasi dan penguatan rantai nilai domestik, khususnya untuk pasokan bahan baku industri stainless steel yang menjadi fokus program hilirisasi nasional.
Dalam konteks kebijakan ekonomi saat ini, pencapaian tersebut juga berpotensi mendukung target pemerintah dalam mengembangkan industri pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Manajemen menyampaikan outlook yang berhati-hati namun optimistis, dengan penekanan pada kelanjutan program efisiensi, penajaman strategi pemasaran, serta penguatan pelaksanaan proyek-proyek hilirisasi untuk menopang kinerja di tahun-tahun mendatang.
Para pemangku kepentingan dan analis pasar diperkirakan akan memantau implementasi rencana kerja Antam, termasuk realisasi capex dan langkah-langkah operasional yang diambil untuk mempertahankan momentum pertumbuhan dan membatasi risiko yang bersumber dari dinamika harga komoditas global.





