Pemerintah menyulap lahan 2,4 hektare BPSDM jadi pusat bisnis

Jakarta, Maret.id — Pemerintah daerah DKI Jakarta menyiapkan rencana pengembangan lahan milik BPSDM menjadi Jakarta International Cultural Hub yang akan menggabungkan fungsi kebudayaan, hiburan, MICE, perhotelan, serviced apartment, perkantoran, serta hunian dan ruang gaya hidup.
Lokasi Strategis di Segitiga Emas
Pramono menyebut lahan tersebut sebagai aset premium karena berada di kawasan segitiga emas Jakarta yang menjadi pusat perkantoran, perbelanjaan, hunian, rekreasi, dan gaya hidup.
Kawasan ini dikelilingi kantor-kantor bisnis dan sejumlah kedutaan besar sehingga dinilai memiliki nilai strategis tinggi bagi kegiatan nasional maupun internasional.
Konsep Jakarta International Cultural Hub
Rencana pengembangan menyasar fungsi ganda sebagai pusat kebudayaan dan kegiatan internasional untuk mendukung acara MICE serta hiburan.
Pemanfaatan lahan dirancang untuk menampung hotel, serviced apartment, perkantoran, dan fasilitas pendukung lain yang mampu mengakomodasi berbagai kegiatan skala besar.
Ruang Terbuka dan Lingkungan
Pramono juga menekankan pentingnya penyediaan ruang terbuka hijau dalam pengembangan kawasan untuk menjaga kualitas lingkungan perkotaan.
Pengembangan diharapkan memperhatikan aspek tata ruang sehingga kawasan baru tetap ramah bagi penghuni, pekerja, dan pengunjung.
Skema Pembiayaan dan Kerja Sama
Pembangunan akan dibiayai melalui skema kreatif dan kerja sama pemanfaatan dengan pihak swasta tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Dengan skema tersebut, Pemprov DKI memastikan proyek tidak membebani keuangan daerah sekaligus membuka peluang investasi yang besar.
Estimasi Investasi dan Durasi Kerja Sama
Nilai investasi awal proyek diproyeksikan mencapai sekitar Rp1,53 triliun dengan masa kerja sama selama 30 tahun.
Pemprov DKI juga memberikan kesempatan perpanjangan kerja sama selama 20 tahun tambahan dan membuka ruang perpanjangan lebih lanjut hingga total jangka waktu kerja sama yang memungkinkan mencapai 80 tahun berdasarkan ketentuan perundang-undangan.
Jadwal Konstruksi dan Target Penyelesaian
Proses pembangunan diperkirakan berlangsung selama tiga tahun dan ditargetkan dimulai konstruksi pada awal 2027.
Dengan timeline tersebut, pihak pengembang diharapkan segera menyelesaikan perencanaan teknis dan perizinan agar konstruksi dapat berjalan sesuai target.
Potensi Ekonomi dan Sosial
Pemerintah menilai kerja sama dengan swasta pada proyek ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui investasi, lapangan kerja, dan peningkatan aktivitas pariwisata serta bisnis.
Selain dampak ekonomi, keberadaan pusat kebudayaan internasional diharapkan memperkaya kegiatan seni, budaya, dan diplomasi kota Jakarta.
Pemerintah daerah juga menyatakan akan memastikan fungsi kantor untuk BPSDM tetap tersedia dalam pengaturan tata guna lahan sehingga aset negara tetap mendukung kebutuhan lembaga.
Keputusan akhir mengenai pemanfaatan lahan dijanjikan akan segera ditetapkan oleh pihak berwenang setelah proses evaluasi dan konsultasi lebih lanjut.
Rencana ini menandai langkah strategis untuk mengoptimalkan asset daerah tanpa membebani anggaran publik, sambil membuka kesempatan bagi kolaborasi dengan sektor swasta untuk pembangunan infrastruktur perkotaan yang bernilai komersial dan budaya.
Pemangku kebijakan akan memantau perkembangan proyek dan menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan teknis dan regulasi yang berlaku.





