Pertamina Gandeng Mitra Lintas Bisnis untuk Perkuat Ketahanan Energi

Jakarta, Maret.id — Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menegaskan pentingnya semangat “One Pertamina” saat melakukan rangkaian management walkthrough ke sejumlah area operasi strategis di Pulau Jawa. Kunjungan tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi antar unit dan memastikan target operasional dapat tercapai di tengah dinamika pasar energi global.
Rangkaian kunjungan kerja
Oki melakukan inspeksi ke Early Production Facilities (EPF) Struktur Akasia Prima (AKP) di Lapangan Jatibarang milik Pertamina EP. Ia juga meninjau Onshore Processing Facility (OPF) Balongan milik PHE Offshore North West Java (ONWJ) serta kompleks Kilang Balongan yang dioperasikan Pertamina Patra Niaga.
Seruan One Pertamina
Dalam keterangan resmi yang disampaikan Kamis, 11 Juni 2026, Oki menegaskan bahwa seluruh entitas Pertamina harus bergerak bersama untuk menyelesaikan masalah operasional. “Pertamina adalah satu kesatuan. Kalau ada masalah, kita selesaikan bersama-sama. Kita cari solusinya bersama dengan semangat One Pertamina,” ujarnya.
Fokus pada sinergi hulu-hilir
Oki menilai Pulau Jawa merupakan wilayah dengan kebutuhan energi terbesar di Indonesia sehingga kolaborasi dari hulu hingga hilir menjadi krusial. Sinergi ini dinilai penting tidak hanya untuk meningkatkan produksi minyak tetapi juga untuk menjamin keandalan pasokan gas bumi bagi masyarakat dan sektor industri.
Kilang Balongan digambarkan sebagai fasilitas dengan kompleksitas tinggi yang dimiliki Pertamina dan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 150.000 barrel per hari. Produksi dari kilang ini terutama ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak di wilayah Jawa Bagian Barat.
Lapangan Jatibarang disebut sebagai bagian dari aset strategis hulu migas Pertamina EP dan mencakup wilayah operasi di tiga kabupaten yakni Indramayu, Cirebon, dan Majalengka. Pengembangan struktur Akasia Prima di lapangan ini dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
OPF Balongan merupakan fasilitas pemrosesan gas bumi yang berada di Balongan, Kabupaten Indramayu, dan mulai beroperasi sejak 2014. Fasilitas tersebut memproses gas hasil produksi dari lapangan lepas pantai PHE ONWJ sebelum disalurkan ke konsumen dengan kapasitas sampai 40 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Percepatan pelaksanaan program kerja
Selama kunjungan, Oki juga menekankan percepatan eksekusi program kerja yang telah direncanakan perusahaan agar target dan strategi yang sudah tersusun dapat segera diimplementasikan. “Target sudah ada, program kerja sudah ada, strateginya juga sudah ada. Banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama dan diselesaikan satu per satu,” kata Oki.
Dalam situasi ketidakpastian global yang masih berlangsung, Oki menilai optimalisasi potensi energi domestik penting untuk menjaga ketahanan energi sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan. Pertamina, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan pemanfaatan sumber daya energi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan nasional.
Arah kebijakan yang menekankan sinergi internal juga dipandang sebagai upaya mitigasi terhadap fluktuasi eksternal dan gangguan pasokan. Dengan langkah-langkah percepatan eksekusi dan penguatan koordinasi antar unit, manajemen berharap kinerja operasional dapat meningkat dan kontribusi terhadap ketahanan energi nasional menjadi lebih signifikan.
Penegasan semangat One Pertamina oleh jajaran direksi menjadi pesan utama dari kunjungan ini dan diharapkan mendorong implementasi langkah-langkah praktis di lapangan. Implementasi tersebut mencakup peningkatan output produksi, optimalisasi aliran pasokan gas, serta penyelesaian program kerja yang berdampak langsung pada ketahanan pasokan dan stabilitas harga bagi konsumen.





