BRI Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Buyback dan Mendorong Harga Saham

Jakarta, Maret.id — PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengumumkan program pembelian kembali saham (buyback) yang dijadwalkan berlangsung mulai 12 Juni hingga 11 September 2026 sebagai bagian dari strategi meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan memperlihatkan optimisme manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan perusahaan menilai harga saham saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental dan potensi pertumbuhan yang dimiliki BRI.
Rincian Program Buyback
Program buyback tersebut akan dilaksanakan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pembelian kembali saham oleh emiten di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi. Pelaksanaan akan memperhatikan likuiditas dan kestabilan operasional agar tidak mengganggu aktivitas bisnis inti bank.
Alasan di Balik Aksi Korporasi
Manajemen menilai saham BBRI saat ini masih undervalued jika dibandingkan nilai wajarnya berdasarkan kinerja dan prospek usaha perseroan. Dhanny menyampaikan bahwa keputusan buyback juga didasari oleh upaya memanfaatkan momentum pasar untuk meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang.
Perhitungan Keuangan dan Ketahanan Modal
BRI menyatakan bahwa kondisi permodalan tetap kuat setelah program buyback, dengan rasio kecukupan modal (CAR) proforma konsolidasi per 31 Maret 2026 berada di level 22,86 persen. Tingkat pengembalian atas ekuitas (ROE) tercatat sebesar 18,37 persen, menunjukkan ruang permodalan yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis.
Resiko Global yang Dipertimbangkan
Dalam keterangannya, manajemen mengutip sejumlah tantangan global yang masih membayangi pasar keuangan, termasuk ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, lonjakan harga minyak, serta arus keluar modal dari negara berkembang termasuk Indonesia. Pertimbangan ini menjadi salah satu dasar keputusan untuk melaksanakan buyback secara hati-hati dan bertahap.
Jaminan Terhadap Likuiditas dan Operasional
BRI menegaskan pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi likuiditas maupun operasi perusahaan karena telah mempertimbangkan posisi keuangan saat ini. Pernyataan tersebut dimaksudkan untuk meredam kekhawatiran investor terkait potensi tekanan likuiditas akibat pembelian kembali saham.
Rencana Pemanfaatan Saham Hasil Buyback
Perseroan berencana mengalihkan saham hasil buyback untuk program kepemilikan saham bagi pekerja serta direksi dan komisaris, namun langkah tersebut akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Skema ini diharapkan dapat meningkatkan keterikatan pemangku kepentingan internal terhadap penciptaan nilai jangka panjang.
BRI menegaskan komitmen untuk terus memperkuat fundamental bisnis sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan pemegang saham, nasabah, dan pemangku kepentingan lainnya. Manajemen menyatakan akan tetap memantau perkembangan pasar dan menyesuaikan kebijakan korporasi agar selaras dengan tujuan pertumbuhan dan ketahanan usaha.





