Ekonomi

Kesenjangan literasi keuangan remaja menghambat inklusi ekonomi masa depan

Jakarta, Maret.id — Data terbaru menunjukkan tingkat inklusi keuangan remaja mencapai 57,9 persen, sementara tingkat literasi keuangan mereka tercatat 51,7 persen.

Kesenjangan antara penggunaan layanan keuangan dan kemampuan mengelolanya memicu kekhawatiran berbagai pihak. Kondisi ini meningkatkan kerentanan remaja terhadap risiko di era digital, termasuk praktik judi daring dan penawaran pinjaman ilegal.

Peluncuran program Future Plus Indonesia

Untuk memperkuat literasi keuangan generasi muda, Hanwha Life bekerja sama dengan Save the Children Indonesia meluncurkan program Future Plus Indonesia. Program ini menyasar remaja usia 15 hingga 18 tahun dan dijalankan di provinsi Jawa Barat.

Program melibatkan 600 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai peserta langsung dan 50 mahasiswa sebagai mentor dari Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB). Selain itu, program didukung oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH).

Tujuan dan pernyataan dari pihak penyelenggara

Evie Woro Yulianti, Senior Manager Inclusive Youth Empowerment and Urban Programming Save the Children Indonesia, menekankan bahwa literasi keuangan bukan semata keterampilan teknis. Menurutnya, literasi merupakan mekanisme perlindungan yang krusial bagi remaja di tengah kompleksitas ekonomi digital saat ini.

“Melalui kemitraan dengan Hanwha Life, kami tidak hanya membagikan pengetahuan keuangan esensial mulai dari penyusunan anggaran hingga praktik digital yang aman, tetapi juga membangun ketahanan yang diperlukan bagi generasi muda untuk menghadapi risiko,” ujar Evie. Pernyataan tersebut menegaskan fokus program pada upaya pencegahan dan penguatan kapasitas pribadi remaja.

Suk Hyun Lim, Executive Director dan Head of Corporate Planning Division Hanwha Life Korea, menjelaskan bahwa peningkatan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Ia menyatakan komitmen penuh perusahaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia melalui pemberdayaan anak muda.

“Hadirnya Future Plus Indonesia merupakan kontribusi kami terhadap Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLIK) untuk memperluas jangkauan edukasi dan membangun kapasitas generasi penerus,” kata Suk. Pernyataan tersebut menunjukkan keselarasan antara program korporasi dan kebijakan nasional.

Metode pembelajaran dan materi

Program menggunakan metode pembelajaran digital interaktif yang dirancang sesuai karakteristik remaja. Materi pelatihan mencakup pengelolaan keuangan pribadi, manajemen risiko, kebiasaan menabung, serta pengenalan produk asuransi.

Pendekatan interaktif dirancang untuk meningkatkan keterlibatan peserta dan memastikan transfer pengetahuan yang lebih efektif. Selain itu, adanya mentor mahasiswa diharapkan membantu adaptasi materi dengan konteks lokal sekolah dan kebutuhan remaja.

Dampak yang diharapkan

Salah satu target program adalah menyiapkan 60 siswa sebagai “Financial Champions” yang diharapkan dapat menularkan pengetahuan kepada rekan sebaya mereka. Inisiatif ini diproyeksikan untuk memperluas dampak edukasi keuangan secara lebih cepat dan berkelanjutan di kalangan generasi muda.

Para penyelenggara berharap program dapat menurunkan angka kerentanan remaja terhadap praktik finansial berisiko dan meningkatkan kesiapan ekonomi jangka panjang. Keberhasilan program akan bergantung pada kolaborasi terus-menerus antara sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan regulator.

Implementasi program di level sekolah dan komunitas menjadi kunci untuk memastikan materi yang diberikan mampu diinternalisasi oleh remaja. Dengan langkah tersebut, pihak terkait berharap tercipta generasi muda yang lebih cerdas, tangguh, dan mampu mengelola risiko finansial di era digital.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button