Program poin bank digital mendorong transaksi nasabah ritel melejit

Jakarta, Maret.id — Bank-bank digital semakin mengandalkan program loyalitas berbasis poin untuk memperkuat keterikatan nasabah dan mendorong frekuensi transaksi melalui aplikasi mereka.
Program loyalitas sebagai strategi engagement
Tren program poin muncul di banyak aplikasi perbankan digital dengan skema sederhana: nasabah mengumpulkan poin dari berbagai aktivitas transaksi harian.
Poin tersebut dapat ditukar dengan hadiah berupa produk elektronik, kebutuhan rumah tangga, voucher, hingga penawaran eksklusif lain yang dirancang untuk meningkatkan nilai tambah layanan digital.
Bank Raya dan Lelang Raya Poin
Salah satu pelaku yang menerapkan model ini adalah Bank Raya, bagian dari BRI Group, yang menghadirkan program Raya Poin dan memperluasnya melalui inisiatif Lelang Raya Poin.
Program Lelang Raya Poin diluncurkan pada Mei 2026 dan memungkinkan nasabah menukarkan poin untuk mengikuti lelang produk seperti televisi pintar, air purifier, logam mulia, serta voucher belanja.
Respons nasabah terhadap program baru
Menurut pihak bank, program ini mendapat respons positif sejak diluncurkan dengan partisipasi yang terus meningkat dari pengguna aplikasi.
Beberapa produk populer yang dilelang berhasil menarik minat besar sehingga menjadi bukti awal bahwa mekanisme penghargaan dapat mendorong aktivitas transaksi digital.
Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra, menyatakan bahwa program loyalitas adalah bagian dari upaya meningkatkan pengalaman penggunaan layanan perbankan digital.
“Kami ingin setiap nasabah merasakan pengalaman yang menyenangkan saat menggunakan aplikasi perbankan digital, sekaligus memperoleh kemudahan dalam mengelola keuangan mereka,” kata Kicky.
Tujuan dan manfaat terhadap inklusi keuangan
Bank menilai program loyalitas tidak hanya sebagai apresiasi kepada nasabah tetapi juga instrumen untuk mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital yang lebih luas.
Semakin sering masyarakat melakukan transaksi secara digital, kata bank, peluang terciptanya ekosistem keuangan yang lebih efisien dan inklusif akan semakin besar.
Perubahan perilaku konsumen yang kian akrab dengan pembayaran dan transfer digital menjadi pemicu strategi ini, karena bank berlomba-lomba menambah fitur yang meningkatkan keterikatan pengguna.
Program poin yang terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari dipandang efektif untuk memperpanjang durasi interaksi pengguna dengan platform tanpa mengorbankan fungsi utama aplikasi.
Tantangan kualitas layanan dan keamanan
Meski program promosi menarik, pengamat menilai keberhasilan jangka panjang bank digital akan ditentukan oleh kualitas layanan, kemudahan penggunaan aplikasi, dan keamanan transaksi.
Fokus pada user experience, waktu respons layanan, serta perlindungan data menjadi prasyarat agar program loyalitas tidak sekadar gimmick tetapi benar-benar mendorong loyalitas berkelanjutan.
Bank Raya menyadari bahwa apresiasi melalui poin harus diimbangi dengan peningkatan fitur inti dan dukungan teknis.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara lebih optimal; program loyalitas menjadi salah satu cara untuk memberikan nilai tambah sekaligus mendorong pengalaman perbankan yang lebih menarik bagi nasabah,” ujar Kicky.
Persaingan dan arah kebijakan produk
Di tengah persaingan yang ketat, program loyalitas diperkirakan akan semakin banyak diadopsi oleh bank-bank digital sebagai bagian strategi retensi dan akuisisi nasabah.
Selain mendorong volume transaksi, strategi ini juga menjadi sarana memperkuat hubungan jangka panjang dan memacu inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup digital.
Pengembangan berkelanjutan dan evaluasi dampak program menjadi kunci agar insentif tidak hanya meningkatkan angka transaksi tetapi juga berkontribusi pada penggunaan layanan keuangan yang lebih cerdas dan aman.
Para pelaku industri diharapkan menyeimbangkan insentif pemasaran dengan investasi pada keamanan siber dan kualitas layanan agar manfaat yang dirasakan nasabah dapat bertahan lama.





