Kios Hari

Jakarta, Maret.id — Darwin Chandra, pengusaha lokal asal Jayapura, Papua, berhasil mengubah kios kecil menjadi jaringan layanan keuangan BRILink yang andal dan dekat dengan kebutuhan masyarakat setempat. Kios yang ia dirikan pada 14 Februari 2011 di distrik Abepura awalnya hanya menjual kebutuhan sehari-hari dengan stok terbatas.
Dari Kios Kecil Menjadi Agen BRILink
Pada 2017 Darwin menerima tawaran kerja sama dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk menjadikan kiosnya sebagai BRILink Agen dan memutuskan bergabung demi memperluas layanan kepada pelanggan. Keputusan itu membuka layanan tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, dan transaksi perbankan lainnya yang sebelumnya sulit dijangkau oleh warga setempat.
Hanya dalam tiga bulan sejak bergabung, Darwin mencapai target transaksi dalam Program Reward BRI dan memperoleh penghargaan berupa smartphone yang menjadi pemacu semangat saat itu. Keberhasilan tersebut berulang pada periode berikutnya sehingga mendorong Darwin memperluas layanan menjadi beberapa titik.
Perluasan Jaringan dan Pendekatan Komunitas
Dalam dua tahun terakhir, usaha yang awalnya berupa kios berkembang menjadi lima titik layanan BRILink di kawasan Abepura, Kotaraja, dan Waena. Darwin menekankan bahwa menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan membangun kepercayaan menjadi modal utama pertumbuhan usahanya.
Permintaan masyarakat yang makin beragam juga mendorong Darwin menggandeng layanan yang lebih mudah dijangkau, sebab banyak warga enggan menempuh jarak jauh ke kantor bank. Dengan menghadirkan layanan ke titik-titik strategis, akses ke layanan keuangan menjadi lebih cepat dan praktis bagi komunitas lokal.
Inovasi Layanan Bergerak
Salah satu inovasi penting yang diperkenalkan Darwin adalah layanan bergerak menggunakan dua unit mobil yang didesain khusus untuk melayani transaksi di titik-titik padat aktivitas. Armada ini ia tempatkan di sekitar kawasan Universitas Cenderawasih dan beberapa titik strategis lain agar mahasiswa dan masyarakat dapat melakukan transaksi tanpa harus datang ke kios tetap.
Konsep jemput bola tersebut diadopsi dari pengalaman melihat praktik serupa di Pulau Jawa dan kemudian disesuaikan dengan kondisi Jayapura. Menurut Darwin, layanan bergerak membantu menjangkau kelompok yang kesulitan mengakses layanan perbankan konvensional dan memperluas basis pelanggan.
Penghargaan dan Pengakuan Nasional
Kerja keras Darwin berbuah penghargaan berupa paket umrah dari BRI pada 2024 dan 2025 setelah menempati peringkat ketujuh nasional dan dinobatkan sebagai BRILink Agen terbaik di Papua berdasarkan pencapaian target transaksi. Pencapaian itu tidak hanya meningkatkan reputasi usahanya tetapi juga memperkuat motivasi untuk terus berinovasi.
Penghargaan tersebut, menurut Darwin, menjadi bukti bahwa layanan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat mampu bersaing di tingkat nasional. Keberhasilan ini juga membuka peluang bagi pengembangan usaha lebih lanjut dan peningkatan kualitas layanan bagi komunitas.
Dampak Ekonomi Lokal dan Penyerapan Tenaga Kerja
Pertumbuhan jaringan BRILink yang dikelola Darwin turut membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar dengan total 15 karyawan yang tersebar di berbagai titik layanan. Sekitar 70 persen tenaga kerja yang ia pekerjakan merupakan Orang Asli Papua (OAP), sehingga usaha ini memberikan kontribusi langsung terhadap ekonomi lokal dan pemberdayaan sumber daya manusia setempat.
Selain membuka lapangan kerja, kehadiran BRILink juga membantu perputaran ekonomi di lingkungan sekitar melalui kemudahan akses transaksi yang mendorong aktivitas perdagangan mikro dan konsumsi lokal. Darwin melihat peran agen sebagai bagian integral dari ekosistem ekonomi komunitas yang lebih inklusif.
Peran BRILink Menurut BRI
Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyatakan bahwa BRILink Agen berperan tidak hanya sebagai perpanjangan layanan perbankan tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia menekankan bahwa semangat kewirausahaan, inovasi, dan kedekatan agen dengan masyarakat mendukung pemerataan akses layanan keuangan serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja di berbagai wilayah.
Hingga Maret 2026, jumlah BRILink Agen telah mencapai 1,18 juta dan menjangkau lebih dari 80 persen desa di Indonesia, menegaskan posisi BRILink sebagai tulang punggung layanan keuangan berbasis kemitraan di tingkat desa. Capaian ini menunjukkan bahwa model kemitraan antara bank dan pelaku usaha mikro mampu memperluas inklusi keuangan hingga ke area yang sebelumnya terlayani minim.
Darwin berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi pengusaha lokal lain untuk menggabungkan kegiatan usaha ritel dengan layanan keuangan. Ia juga berkomitmen menjaga kualitas layanan sambil terus mencari inovasi yang relevan dengan kebutuhan komunitas di Papua.





