Usaha peyek rumahan Jufriyah melejit setelah menggandeng pembiayaan dari BRI

Jakarta, Maret.id — Seorang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kota Serang, Banten, berhasil memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produknya berkat program LinkUMKM yang difasilitasi oleh BRI. Usaha milik Jufriyah, bernama Ria Barokah, berkembang dari produksi peyek menjadi beragam produk makanan siap saji dan tepung serbaguna yang kini dipasarkan lintas wilayah.
Dari usaha rumahan menjadi produk diversifikasi
Awal mula Ria Barokah adalah usaha rumahan yang dikelola sambil menjalankan kegiatan menjahit sebagai sumber penghasilan tambahan keluarga. Seiring waktu, Jufriyah menambah jenis produk mulai dari peyek, tepung ayam goreng, kulit ayam crispy, hingga nasi kotak ayam goreng yang diminati konsumen lokal.
Jufriyah juga mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan memperoleh sertifikasi halal untuk produk-produknya sebagai upaya memperkuat legitimasi usaha. Salah satu produk andalan, Tepung Fried Chicken Ria Barokah, dikembangkan menjadi produk serbaguna untuk olahan ayam, jamur, tempe, dan gorengan lainnya.
Manfaat konkret dari LinkUMKM
Melalui keterlibatannya di program LinkUMKM, yang diperkenalkan lewat Rumah BUMN BRI Serang, Jufriyah mengakses pelatihan daring, materi promosi, dan pendampingan digital. Ia menyatakan aktif mengikuti kegiatan di platform tersebut, termasuk berpartisipasi dalam kelas dan pelatihan yang meningkatkan kapasitas usahanya.
Salah satu fasilitas yang berdampak langsung adalah akses sertifikasi halal gratis dan dukungan kemasan full printing untuk produk tepungnya, sehingga citra produk menjadi lebih profesional. Fitur scoring dan Etalase LinkUMKM juga dimanfaatkan untuk memantau perkembangan usaha serta memperluas eksposur produk ke calon pembeli.
Penerapan digital dan kemudahan transaksi
Untuk memudahkan transaksi sehari-hari, Ria Barokah menggunakan QRIS BRI yang membantu mempercepat proses pembayaran sekaligus meminimalkan risiko menerima uang palsu. Penggunaan pembayaran digital tersebut menjadi bagian dari transformasi usaha kecil yang mulai memanfaatkan ekosistem keuangan modern.
Selain itu, Ria Barokah memasarkan produk melalui berbagai kanal, termasuk penjualan langsung, reseller, pameran, media sosial, dan etalase digital di LinkUMKM. Strategi omnichannel itu memperluas jangkauan pasar dari Kota Serang ke berbagai wilayah di Provinsi Banten dan sejumlah daerah di luar provinsi.
Skala adopsi dan fitur platform
Data penggunaan platform menunjukkan hingga April 2026, sebanyak 16,46 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan LinkUMKM untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kapasitas usaha. LinkUMKM menawarkan enam fitur utama yaitu UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, serta layanan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB).
Fitur-fitur tersebut dirancang untuk menjawab tantangan yang dihadapi pelaku UMKM dalam memperbaiki kualitas produk, mengakses pasar digital, dan memperoleh pendampingan teknis. Kombinasi layanan ini menjadi alat bantu yang dapat mempercepat proses UMKM naik kelas bila dimanfaatkan secara konsisten.
Penilaian dari pihak perbankan
Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menilai kisah Ria Barokah mencerminkan pentingnya konsistensi dan kemampuan adaptasi pelaku UMKM dalam memanfaatkan peluang. Menurut Akhmad, dukungan akses pembelajaran dan pengembangan kapasitas akan membuka potensi pertumbuhan usaha yang signifikan.
Akhmad menekankan bahwa langkah kecil dari usaha rumahan berpotensi berkembang menjadi usaha yang lebih besar dengan penerapan praktik bisnis yang tepat. Pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang mendorong peningkatan kualitas produk, pembukaan akses pasar, dan pemberian fasilitas pendukung bagi para pelaku UMKM.
Prospek dan tantangan ke depan
Meskipun banyak mendapatkan manfaat, pelaku UMKM masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan modal, akses bahan baku, dan persaingan pasar yang ketat. Dukungan berkelanjutan dari lembaga keuangan, pemerintah, dan ekosistem bisnis diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan skala bisnis UMKM.
Bagi pemilik usaha seperti Jufriyah, pemanfaatan platform digital dan peningkatan kualitas kemasan serta sertifikasi menjadi langkah konkret untuk membangun kepercayaan konsumen. Jika didukung kebijakan yang tepat dan akses yang luas, pola pengembangan usaha serupa diharapkan dapat direplikasi oleh banyak pelaku UMKM lainnya di berbagai daerah.





