IDEacraft Gandeng BRI Perkuat Produk Dekorasi Rumah Jadi Peluang Usaha

Jakarta, Maret.id — IDEacraft, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dekorasi rumah asal Kota Semarang, Jawa Tengah, mengungkapkan manfaat nyata dari keterlibatannya dalam program pemberdayaan Rumah BUMN yang dijalankan oleh BRI.
Lahir dari Hobi dan Modal Kecil
Usaha yang berdiri sejak 2019 tersebut dimulai dari minat pemiliknya, Swabawa Arif Wicaksono, pada seni lukis dan peluang pasar produk dekorasi rumah yang unik.
Swabawa menceritakan modal awal usaha hanya sekitar Rp300.000 dan sebuah alat pembuatan lilin, lalu keuntungan awal diputar kembali sebagai modal usaha selama kurang lebih empat tahun.
Produk IDEacraft berkembang dari waktu ke waktu mengikuti permintaan pasar.
Variasi produk mencakup lampu teko, teko lukis batik, toples kue, hingga botol handsoap yang kini menjadi produk paling diminati pelanggan.
Strategi Pemasaran dan Perluasan Jaringan
Saat ini IDEacraft memasarkan produknya melalui media sosial, galeri hotel, serta rest area di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Pada 2022, IDEacraft mulai memperluas jejaring pemasaran melalui komunitas UMKM lokal untuk meningkatkan penetrasi pasar.
Penerapan desain yang unik dan harga kompetitif menjadi strategi utama IDEacraft untuk mempertahankan daya saing.
Perpaduan nilai estetika dan fungsi diklaim menjadi nilai tambah yang membuat produk perusahaan menarik bagi konsumen yang mencari barang dekorasi bernilai seni.
Dukungan Rumah BUMN BRI dan Dampaknya
Swabawa menyatakan keputusan bergabung dengan Rumah BUMN BRI membuka akses ke berbagai fasilitas yang mendukung pengembangan usaha.
Program-program seperti pelatihan, kurasi produk melalui BRIncubator, akses pasar melalui galeri Rumah BUMN serta UMKM EXPO(RT) disebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan eksposur produk.
Selain itu, konektivitas layanan keuangan seperti BRImo, EDC, dan QRIS memberikan kemudahan transaksi yang esensial bagi operasional UMKM.
Swabawa menjelaskan bahwa notifikasi pembayaran real-time dan pencairan dana yang cepat membuat pelaku usaha lebih efisien dalam mengelola arus kas.
Pelatihan branding dan digital marketing disebut sebagai materi yang paling membantu dalam pengembangan strategi penjualan.
Kegiatan kurasi produk juga membuka peluang bagi IDEacraft untuk tampil di platform yang lebih luas dan menjangkau segmen pembeli baru.
Peran BRI dalam Pemberdayaan UMKM
Hingga akhir Maret 2026, BRI telah membina 54 Rumah BUMN di berbagai wilayah Indonesia dan menyelenggarakan lebih dari 18.000 pelatihan bagi pelaku UMKM.
Program ini bertujuan membangun ekosistem pemberdayaan terintegrasi yang membuka akses pembelajaran, memperluas jejaring usaha, dan menciptakan peluang pasar lebih luas.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa perjalanan IDEacraft menjadi contoh bagaimana kreativitas yang konsisten dapat menjadi peluang usaha bernilai ekonomi.
Menurut Dhanny, kemampuan menghadirkan produk unik dan konsistensi dalam peningkatan kapasitas menjadi faktor kunci memperkuat daya saing UMKM di pasar yang semakin digital.
Sementara itu, praktik pengelolaan usaha yang baik dan pemanfaatan layanan keuangan digital diyakini mempercepat transformasi UMKM menuju bisnis yang lebih profesional.
Para pelaku UMKM yang memanfaatkan fasilitas pelatihan dan akses teknologi diperkirakan memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh dan menjangkau pasar nasional.
Penutupan kemitraan seperti yang dijalani IDEacraft menunjukkan bahwa kolaborasi antara sektor perbankan dan pelaku usaha kecil dapat menjadi pendorong penting bagi keberlanjutan ekonomi lokal.
Dengan dukungan yang terus berlanjut, diharapkan semakin banyak usaha kreatif di daerah yang mampu naik kelas dan memberi kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah dan nasional.





