Ekonomi

Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi agar Indonesia Raih Status Emerging Market

Jakarta, Maret.id — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan hasil tinjauan MSCI menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih solid dan akses pasar tetap mendapat penilaian positif dari investor global.

MSCI Pertahankan Status Pasar Berkembang

MSCI pada 18 Juni 2026 mempertahankan Indonesia dalam kategori pasar berkembang (emerging market) dalam laporan Global Market Accessibility Review 2026. Namun lembaga penyedia indeks global itu menurunkan penilaian untuk aspek information flow dari sebelumnya positif menjadi negatif.

Penilaian Detail MSCI dan Implikasinya

Penurunan penilaian pada aspek information flow menyorot kebutuhan perbaikan transparansi dan ketersediaan informasi pasar yang cepat serta akurat. Meski demikian, MSCI menilai ukuran dan likuiditas pasar modal Indonesia tetap kuat dan tidak mencatat adanya pembatasan kepemilikan asing dalam evaluasi tahun ini.

Respons Pemerintah dan Regulator

Airlangga mengatakan pemerintah memandang masukan MSCI sejalan dengan agenda reformasi regulator dan pelaku pasar yang telah dan terus dijalankan. Ia menegaskan pemerintah bersama OJK dan Bursa Efek Indonesia telah melaksanakan reformasi konkret untuk meningkatkan integritas dan keterbukaan pasar.

Pemerintah mendorong sejumlah langkah reformasi termasuk peningkatan ketentuan free float, penguatan keterbukaan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO), serta keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas satu persen. Upaya pendalaman pasar modal juga menjadi bagian dari paket reformasi yang diharapkan meningkatkan daya saing dan kepercayaan investor.

Tindakan Teknis yang Didorong

Regulator disebut akan memperkuat aturan keterbukaan informasi terkait struktur kepemilikan dan transaksi material perusahaan tercatat. Penguatan tata kelola dan penegakan sanksi bagi pelanggar aturan juga menjadi opsi yang sedang dievaluasi.

Hasan Fawzi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK menilai catatan MSCI menjadi masukan penting untuk memperkuat integritas, transparansi, dan daya saing pasar modal Indonesia. OJK menyatakan akan berkoordinasi dengan BEI dan pelaku pasar untuk menindaklanjuti rekomendasi dan mempercepat perubahan regulasi yang diperlukan.

Dampak terhadap Investor dan Pasar

Analis mengatakan bahwa meskipun status emerging market tetap dipertahankan, catatan negatif pada information flow dapat mempengaruhi persepsi sebagian investor institusional yang mengandalkan data dan akses informasi yang cepat. Perbaikan transparansi dinilai krusial untuk memastikan aliran modal asing tetap stabil dan tidak menimbulkan risiko penarikan modal karena ketidakpastian informasi.

Langkah Berkelanjutan dan Monitoring

Pemerintah dan regulator dijadwalkan untuk memantau implementasi reformasi secara berkelanjutan dan melaporkan kemajuan kepada pemangku kepentingan domestik maupun internasional. Airlangga menyatakan optimisme bahwa Indonesia tetap berada pada jalur emerging market dan berkomitmen menuntaskan agenda reformasi untuk menjaga kepercayaan investor.

Penegakan transparansi, keterbukaan pemegang manfaat akhir, serta langkah-langkah pendalaman pasar menjadi fokus utama ke depan. Dengan serangkaian tindakan ini, pemerintah berharap dapat merespons masukan MSCI dan memperkuat posisi Indonesia di mata pasar modal global.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button