Blue Bird membagikan dividen Rp166 usai catat pendapatan tertinggi

Jakarta, Maret.id — PT Blue Bird Tbk menetapkan pembagian dividen dengan dividend payout ratio sebesar 65,3 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
Kinerja Keuangan Mencetak Rekor
Pendapatan bersih emiten taksi berkode BIRD mencapai Rp5,7 triliun pada 2025, atau naik 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA perusahaan juga meningkat 13 persen menjadi Rp1,4 triliun, sementara laba bersih tumbuh hampir 9 persen menjadi Rp643 miliar.
Pencapaian tersebut menandai rekor pendapatan tertinggi dalam sejarah perusahaan sejak pencatatan saham (IPO). Manajemen menilai hasil ini merupakan kombinasi kenaikan mobilitas masyarakat dan penguatan kapasitas operasional.
Pandangan Dewan Komisaris
Komisaris Utama PT Blue Bird Tbk, Bayu Djokosoetono, mengapresiasi ketahanan bisnis perseroan di tengah persaingan yang ketat. Bayu menilai konsistensi kinerja dan disiplin dalam menjalankan strategi jangka panjang menjadi fondasi penting bagi penciptaan nilai bagi pemegang saham.
Dalam draf keterangan usai RUPST yang digelar di Jakarta, Bayu menyatakan bahwa dewan komisaris melihat upaya manajemen dalam menjaga kesehatan bisnis dan mempertahankan arah strategis sebagai faktor penentu keberlanjutan. Pernyataan ini disampaikan setelah rapat pemegang saham yang berlangsung pada pertengahan tahun 2026.
Kata Direktur Utama
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, menyatakan bahwa keberhasilan 2025 merupakan buah dari komitmen perusahaan untuk terus beradaptasi. Adrianto menekankan fokus pada peningkatan kualitas layanan, inovasi, pemanfaatan teknologi, dan perluasan kapasitas operasional sebagai pendorong utama pertumbuhan.
Ia menambahkan bahwa penguatan layanan inti, peningkatan performa aplikasi dan kanal digital, serta keseimbangan antara efisiensi dan kualitas akan menjadi prioritas untuk mendukung bisnis jangka panjang. Pernyataan manajemen menegaskan bahwa strategi tersebut akan dilanjutkan seiring upaya memperkuat posisi pasar.
Pendorong Profitabilitas dan Kontribusi Bisnis
Direktur Keuangan Blue Bird, Irawaty Salim, menjelaskan bahwa lonjakan profitabilitas dipicu oleh tingginya tingkat mobilitas masyarakat dan penambahan armada sehingga kapasitas operasional meningkat. Irawaty juga mencatat bahwa lini bisnis non-taksi menunjukkan kontribusi yang makin signifikan terhadap pendapatan perusahaan.
Meskipun bisnis non-taksi tumbuh, unit taksi reguler tetap menjadi tulang punggung pendapatan dengan kontribusi sekitar 70 persen sepanjang 2025 dan tetap stabil di angka 69 persen pada kuartal pertama 2026. Manajemen menegaskan bahwa sisa laba bersih yang tidak dibagikan akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung ekspansi.
Rencana Pembayaran Dividen dan Jadwal Hak Pemegang Saham
Bagi pemegang saham yang mengincar dividen tunai tersebut, perusahaan menetapkan recording date atau penetapan Hak Pemegang Saham pada 30 Juni 2026. Pembayaran dividen direncanakan dilakukan pada 10 Juli 2026 sesuai keputusan RUPST dan kebijakan keuangan perusahaan.
Penetapan dividend payout yang relatif besar mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis dan arus kas perseroan. Namun manajemen juga menekankan pentingnya menjaga likuiditas dan modal kerja demi kesinambungan operasional.
Prospek dan Tantangan ke Depan
Ke depan, Blue Bird akan fokus pada peningkatan layanan inti dan pengembangan kanal digital untuk menangkap peluang mobilitas yang terus berkembang. Perusahaan juga menghadapi tantangan persaingan dari penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi serta kebutuhan investasi modal untuk memperbarui armada dan teknologi.
Para analis mencatat bahwa pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan akan bergantung pada kemampuan Blue Bird mempertahankan pangsa pasar taksi reguler sambil mengembangkan segmen non-taksi yang margin-nya lebih tinggi. Pengelolaan biaya operasional dan adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen juga menjadi faktor penting.
Perhatian investor kini tertuju pada pelaksanaan kebijakan dividen serta langkah strategis perusahaan untuk mengubah momentum positif 2025 menjadi pertumbuhan yang stabil. Pengumuman lebih lanjut dari manajemen mengenai penggunaan laba ditahan dan rencana investasi diharapkan memberikan gambaran lebih jelas tentang arah bisnis Blue Bird dalam beberapa tahun mendatang.





