Ekonomi

Harga Pertamax dan Produk BBM Sejenis Diprediksi Turun pada Juli 2026

Jakarta, Maret.id — Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai harga minyak dunia akan stabil di level 70-80 Dolar AS per barel sehingga membuka peluang bagi pemerintah untuk menurunkan harga beberapa produk BBM non-subsidi.

Pernyataan itu disampaikan Ibrahim dalam keterangannya pada Sabtu, 20 Juni 2026.

“Terutama adalah Pertamax, Pertamax Green, kemudian Pertamax Turbo dan lain-lainnya,” kata Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas.

Meski peluang penurunan harga terbuka, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah.

“Nah ya tinggal tunggu saja apakah komit dari pemerintah ini akan dilakukan ya di awal bulan ini atau tidak? Kita bisa lihat nanti saja,” kata Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas.

Ibrahim menambahkan bahwa selama harga minyak mentah dunia tetap berada di bawah level 80 Dolar AS per barel, pemerintah dinilai masih memiliki ruang untuk menyesuaikan harga BBM non-subsidi ke level yang lebih rendah.

“Tapi saya masih optimis. Harga minyak masih di bawah 80, pemerintah masih bisa untuk menurunkan BBM non-subsidi,” kata Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas.

Penurunan harga BBM non-subsidi diperkirakan dapat meringankan beban konsumsi rumah tangga menengah dan menurunkan biaya operasional bagi pelaku usaha transportasi serta logistik.

Stabilitas harga minyak di kisaran 70-80 Dolar AS per barel juga mencerminkan dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh faktor pasokan, permintaan, dan kebijakan negara-produsen minyak.

Pengamat, pelaku pasar, dan konsumen kini menantikan keputusan resmi pemerintah yang akan menentukan langkah penyesuaian tarif BBM non-subsidi dalam pekan mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button