PT PAL Kebut Pembangunan Kapal Landing Dock Pesanan AL Filipina untuk Dorong Ekspor Pertahanan, Serap Tenaga Kerja, dan Perkuat Neraca Perdagangan

Jakarta, Maret.id — Kapal ini merupakan unit pertama dari kontrak dua kapal Landing Dock generasi lanjutan untuk Angkatan Laut Filipina.
Direktur Utama PT PAL, Kaharuddin Djenod, menilai percepatan pembangunan kapal mencerminkan kesiapan fasilitas produksi, efektivitas rantai pasok, dan kompetensi sumber daya manusia perusahaan.
“Akselerasi luar biasa ini menjadi bukti nyata dari kapabilitas dan integritas tinggi yang melekat di insan PAL. Di tengah target timeline yang ketat, semangat united ditunjukkan oleh seluruh tim engineering, produksi, hingga manajemen, yang bekerja bahu-membahu demi memastikan mahakarya alutsista ini dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat mutu,” ujar Kaharuddin Djenod, Direktur Utama PT PAL.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, 21 Juni 2026.
Pencapaian itu tidak terlepas dari transformasi menyeluruh yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Penguatan fundamental keuangan, modernisasi fasilitas produksi, percepatan dock time, serta integrasi sistem digital disebut mendorong perubahan budaya kerja yang lebih adaptif, kolaboratif, dan produktif.
Dampak transformasi tersebut tercermin pada proses pembangunan LD Philippines #1 yang berhasil memangkas dock time menjadi hanya enam bulan.
Waktu tersebut dinilai lebih efisien dibandingkan pembangunan dua kapal pendahulu, yakni Strategic Sealift Vessel BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).
Kaharuddin mengatakan pembangunan LD Philippines #1 memiliki makna strategis bagi penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Filipina.
“Terlebih, proyek ini merupakan kontrak lanjutan (repeat order), yang menjadi indikator nyata kepuasan pengguna terhadap kualitas produk, ketepatan pengiriman, dan dukungan layanan yang diberikan PT PAL,” ujar Kaharuddin Djenod, Direktur Utama PT PAL.
Kepercayaan Manila terhadap PT PAL juga didasarkan pada rekam jejak perusahaan yang sebelumnya berhasil membangun dan menyerahkan BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602), yang kini menjadi tulang punggung armada angkut strategis Philippine Navy.
Memasuki tahap peluncuran, pembangunan LD Philippines #1 telah mencapai tonggak penting dengan selesainya fase konstruksi utama platform kapal.
Setelah peluncuran, kapal akan menjalani serangkaian pekerjaan lanjutan termasuk penyelesaian sistem, integrasi peralatan, dan kemudian pengujian performa di laut (sea trial).
Proyek ini dipandang memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia–Filipina sekaligus menegaskan posisi PT PAL dalam persaingan pasar ekspor alutsista global.





