Ekonomi

Harga Minyak Dunia Menguat Usai Trump Gertak Iran, Premi Risiko dan Kekhawatiran Pasokan Dorong Kenaikan Kontrak Berjangka

Jakarta, Maret.id — Mantan Presiden AS Donald Trump pada Minggu, 21 Juni 2026, melalui akun Truth Social memperingatkan kemungkinan tindakan militer tambahan terhadap Iran jika dukungan Teheran kepada kelompok proksi di Lebanon tidak dihentikan, dan pernyataannya mendorong kenaikan harga minyak global karena kekhawatiran investor terhadap gangguan pasokan energi.

“AS tidak akan ragu mengambil tindakan militer lebih lanjut jika Iran tidak menghentikan dukungan terhadap kelompok-kelompok proksi di Lebanon,” kata Donald Trump, mantan Presiden AS.

Minyak mentah acuan global Brent untuk kontrak Agustus naik 1,23 persen menjadi 81,56 Dolar AS per barel.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juli melonjak 3,04 persen ke level 78,93 Dolar AS per barel, menunjukkan pasar AS lebih sensitif terhadap risiko pasokan jangka pendek.

Ketegangan diplomatik itu terjadi di tengah pembicaraan yang sempat memasukkan opsi pembukaan kembali Selat Hormuz dan upaya meredakan konflik di beberapa wilayah, termasuk Lebanon.

Pihak Iran mengatakan belum menerima jaminan kuat dari Amerika Serikat terkait gencatan senjata, sehingga perundingan kini berfokus pada implementasi teknis dari kesepakatan yang ada.

Sejumlah analis menilai pasokan minyak dari Timur Tengah masih relatif stabil jika dilihat secara agregat, namun stabilitas itu rapuh karena lebih banyak ditopang oleh pelepasan stok daripada peningkatan produksi.

“Gangguan pasokan yang berkepanjangan dapat mempercepat transisi ke kendaraan listrik dalam jangka panjang dan melemahkan permintaan minyak global serta memberi tekanan tambahan pada harga minyak di masa mendatang,” kata Goldman Sachs, bank investasi internasional.

Jika transisi ke kendaraan listrik dipercepat, permintaan minyak global diperkirakan berpotensi menurun secara struktural, yang dapat menambah volatilitas bagi produsen dan negara pengekspor minyak.

Para pelaku pasar dan pembuat kebijakan saat ini terus memantau perkembangan di lapangan dan implikasinya terhadap rantai pasok energi serta stabilitas harga di pasar global.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button