Komut Pertamina Genjot Kualitas SDM Unggul sebagai Investasi Terbaik untuk Perkuat Daya Saing, Efisiensi Operasional dan Kinerja Keuangan

Jakarta, Maret.id — PT Pertamina (Persero) dan Kementerian Ketenagakerjaan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.
Menurut Iriawan, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama penentu daya saing bangsa di tengah transisi energi global, perkembangan teknologi, dan persaingan ekonomi internasional.
Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan pelatihan vokasi bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai bagian dari upaya membangun SDM unggul yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Pertamina disebut sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia yang konsisten masuk dalam jajaran Fortune Global 500, sehingga keberhasilan perusahaan tidak semata ditentukan oleh aset dan teknologi tetapi juga kualitas sumber daya manusianya.
Iriawan menilai kolaborasi antara Pertamina dan Kemnaker memiliki makna strategis untuk menjawab perubahan lanskap energi dunia menuju ekonomi rendah karbon.
Penguatan kapasitas tenaga kerja menjadi kebutuhan mendesak seiring peran Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional, sehingga pengembangan kompetensi dan budaya keselamatan kerja harus menjadi bagian dari transformasi perusahaan.
Kerja sama ini juga merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan SDM sebagai salah satu prioritas nasional dalam Asta Cita keempat.
Penandatanganan dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi, dan Direktur Jenderal Binalavotas Darmawansyah.
Dari pihak Pertamina hadir Anggota Komisaris Laode Sulaeman, Wakil Direktur Utama Oki Muraza, Direktur SDM Andy Arvianto, serta jajaran direksi holding dan subholding Pertamina.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyambut positif kolaborasi itu dan menegaskan kesiapan kementerian untuk mengawal restrukturisasi holding-subholding serta pengembangan hubungan industrial dan kompetensi SDM.
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menekankan pentingnya aspek keselamatan kerja bagi ratusan ribu pekerja Pertamina Group yang beroperasi dari sektor hulu hingga hilir.
Oki menilai penguatan kompetensi K3 semakin relevan seiring target Presiden Prabowo kepada Pertamina untuk meningkatkan produksi minyak nasional hingga mencapai satu juta barel per hari pada 2029.
Sebagai implementasi kerja sama, Pertamina dan Kemnaker menjalankan dua program utama yakni Training of Trainer (ToT) HSSE Passport bagi instruktur Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP/BPVP) Kemnaker.
Hingga Juni 2026, program ToT HSSE Passport telah dilaksanakan di lima kota yaitu Bekasi, Sidoarjo, Semarang, Medan, dan Serang.
Program kedua adalah pelatihan perdana HSSE Passport yang digelar serentak bagi 250 tenaga kerja mitra Pertamina untuk menularkan budaya keselamatan kerja kepada seluruh mitra.
Melalui pelatihan ini diharapkan tercipta lingkungan kerja yang aman, produktif, dan bertanggung jawab serta peningkatan kompetensi yang mendukung target produksi nasional.
Kolaborasi antara Pertamina dan Kemnaker menjadi bukti bahwa pembangunan SDM unggul tidak dapat dilakukan secara parsial dan membutuhkan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.





