Saham Teknologi Wall Street Tersungkur, SpaceX Ambles 16 Persen: Tekanan pada Indeks Teknologi, Aksi Jual Investor dan Implikasi bagi Pasar Modal…

Jakarta, Maret.id — Indeks-indeks saham AS menutup sesi dengan tekanan di tengah pelemahan saham teknologi dan pengawasan pasar terhadap negosiasi AS-Iran serta data inflasi yang bakal menjadi acuan kebijakan The Fed.
Indeks S&P 500 turun 0,37 persen ke 7.472,79, sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi anjlok 1,32 persen ke 26.166,60 dan Dow Jones Industrial Average menguat 148,01 poin atau 0,29 persen ke 51.712,71, didorong oleh lonjakan saham Caterpillar.
Pelemahan lebih tajam terlihat pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar, dimana Alphabet merosot sekitar 5 persen terkait kekhawatiran atas hengkangnya sejumlah talenta AI, Amazon turun 4,8 persen, Meta Platforms melemah 2,3 persen, dan Microsoft terkoreksi sekitar 3 persen.
Saham SpaceX tercatat anjlok 16 persen dan mengalami penurunan selama tiga hari perdagangan berturut-turut setelah debutenya di bursa pada 12 Juni lalu yang diikuti volatilitas tinggi.
Di sisi lain, beberapa saham sektor semikonduktor justru menguat dengan Micron Technology naik hampir 7 persen menjelang rilis laporan keuangan kuartalannya pada Rabu mendatang, Advanced Micro Devices menguat lebih dari 2 persen, dan Intel melonjak sekitar 5 persen.
Saham-saham berkapitalisasi kecil juga menunjukkan penguatan, tercermin pada indeks Russell 2000 yang naik sekitar 0,8 persen dan berhasil menembus level 3.000 untuk pertama kali sepanjang sejarah.
Sepanjang tahun 2026, Russell 2000 telah melonjak lebih dari 21 persen, jauh melampaui kenaikan S&P 500, menandakan preferensi pasar terhadap aset berisiko lebih tinggi tahun ini.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) bulan Mei pada Kamis mendatang yang merupakan indikator inflasi favorit The Fed dan akan menjadi petunjuk penting terkait arah kebijakan suku bunga.
Setelah pertemuan The Fed pekan lalu yang bernada lebih agresif, pasar mulai memperkirakan kenaikan suku bunga dapat terjadi secepatnya pada Oktober, sehingga data PCE akan menjadi tolok ukur sentral bagi investor.
Pergerakan pasar mencerminkan sensitivitas investor terhadap dinamika talenta di sektor AI, hasil korporasi, serta risiko geopolitik, yang secara kolektif membentuk sentimen dan volatilitas di pasar keuangan global.





