Ekonomi

Aksi Jual Saham Teknologi Tekan Bursa Eropa, Indeks STOXX 600 Melemah dan Tekan Sentimen Investor

Jakarta, Maret.id — Indeks STOXX 600 ditutup turun 0,5 persen ke level 636 sementara Euro STOXX 50 terkoreksi 1,2 persen menjadi 6.235 karena kekhawatiran atas eksposur sektor semikonduktor terhadap investasi agresif pengembangan kecerdasan buatan oleh perusahaan teknologi besar.

Saham produsen chip menjadi tekanan terbesar pasar dengan ASML anjlok 5,5 persen, Infineon Technologies merosot lebih dari 5,8 persen, dan STMicroelectronics terperosok sekitar 8 persen.

Perusahaan yang selama ini diuntungkan dari ekspansi pusat data juga mengalami koreksi, termasuk Schneider Electric turun 4 persen, Siemens melemah 2,5 persen, dan Siemens Energy kehilangan hampir 4 persen.

Koreksi sektor teknologi akhirnya membebani mayoritas indeks utama Eropa sehingga DAX Jerman turun sekitar 1 persen ke 24.937, CAC 40 Prancis melemah 0,7 persen ke 8.341, dan FTSE MIB Italia terkoreksi 1,5 persen ke 52.024.

Sementara itu FTSE 100 Inggris mampu bertahan di zona hijau berkat penguatan saham defensif di sektor kesehatan dan barang konsumsi.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan moneter global, di mana investor masih mencermati arah suku bunga bank sentral utama di tengah harapan pemangkasan suku bunga di Amerika Serikat dan potensi langkah lanjutan dari Bank Sentral Eropa.

Di tengah tekanan pasar, sektor farmasi menjadi penopang setelah saham Sanofi menguat menyusul persetujuan Uni Eropa terhadap terapi Cenrifki milik perusahaan tersebut.

Data Purchasing Managers’ Index (PMI) menunjukkan aktivitas sektor swasta di zona euro masih mengalami kontraksi, namun penurunannya lebih ringan dari perkiraan pasar.

Perdagangan hari itu mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap saham-saham yang sebelumnya menikmati reli kuat akibat optimisme terhadap perkembangan teknologi AI.

Pelaku pasar di Indonesia diperkirakan akan terus memantau pergerakan ini karena implikasinya terhadap rantai pasokan semikonduktor dan eksposur perusahaan teknologi global.

Kondisi ke depan akan sangat dipengaruhi oleh pengumuman kebijakan moneter dan data ekonomi berikutnya yang menjadi acuan bagi keputusan investasi global.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button