Saham Teknologi Kembali Tertekan, Indeks Nasdaq Merosot 2 Persen Dipicu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga AS dan Penyesuaian Portofolio Investor

Jakarta, Maret.id — Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi memimpin pelemahan pada penutupan perdagangan Selasa, 23 Juni 2026, dengan turun 2,21 persen, sementara S&P 500 turun 1,44 persen dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,09 persen atau sekitar 46 poin.
Tekanan terbesar datang dari sektor semikonduktor, di mana ETF VanEck Semiconductor (SMH) anjlok 7 persen, Intel turun 6 persen, dan Qualcomm merosot 8 persen.
Investor cenderung mengalihkan dana ke saham defensif sehingga mendorong Walmart naik hampir 2 persen dan IBM menguat sekitar 5 persen.
Secara sektoral, saham teknologi menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 3,66 persen, diikuti sektor industri turun 2,03 persen dan sektor material turun 1,60 persen.
Sebaliknya, sektor defensif mencatat penguatan dengan barang konsumsi pokok naik 1,77 persen, sektor kesehatan naik 1,37 persen, dan sektor properti bertambah 1,35 persen.
Pada perdagangan setelah penutupan, saham Micron Technology dan Sandisk masing-masing rebound sekitar 1 persen setelah sempat anjlok 13 persen pada sesi reguler.
ETF Roundhill Memory (DRAM) yang sempat turun 14 persen juga berbalik menguat sekitar 2 persen pada perdagangan setelah penutupan.
Fokus pasar kini tertuju pada laporan keuangan Micron yang dijadwalkan dirilis setelah penutupan perdagangan Rabu, dengan perkiraan analis laba sebesar 20,83 Dolar AS per saham dan pendapatan 35,75 miliar Dolar AS.
Meskipun saham Micron sempat mencetak rekor tertinggi dan ditutup di level 1.051,77 Dolar AS per saham, sejumlah analis memperingatkan potensi koreksi lanjutan pasca-pengumuman laporan keuangan.
Selain laporan perusahaan, investor juga mengamati data ekonomi AS seperti izin pembangunan dan penjualan rumah baru untuk periode Mei yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar dan arah kebijakan suku bunga ke depan.
Koreksi di sektor teknologi dan semikonduktor memperlihatkan sensitivitas pasar terhadap kekhawatiran kenaikan suku bunga dan penyesuaian portofolio investor, yang berpotensi berdampak lebih luas pada pasar global dan rantai pasok industri chip.





