Ekonomi

LPS Proyeksikan Klaim Penjaminan Simpanan Capai Rp1,18 Triliun hingga Akhir 2026, Berpotensi Menekan Cadangan dan Memengaruhi Stabilitas Sistem…

Jakarta, Maret.id — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan klaim penjaminan simpanan mencapai sekitar Rp1,18 triliun hingga akhir 2026.

Angka proyeksi itu disebut masih bersifat dinamis karena bergantung pada jumlah bank yang masuk dalam proses resolusi.

LPS melaporkan bahwa realisasi sementara menunjukkan kinerja keuangan masih berada di atas target dari sisi pendapatan premi penjaminan dan hasil investasi.

Untuk belanja operasional, LPS mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 triliun per tahun dengan realisasi semester pertama mencapai sekitar Rp830 miliar.

Selain anggaran operasional, LPS menyiapkan anggaran kebijakan atau dana buffer untuk mengantisipasi kebutuhan resolusi perbankan.

Dalam paparan kinerja, LPS menjelaskan dana buffer tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari surveillance hingga pembayaran klaim penjaminan ketika terjadi penanganan bank bermasalah.

Dari alokasi dana buffer tersebut, sekitar Rp400 miliar telah digunakan untuk proses resolusi dan pembayaran klaim.

“Kurang lebih sampai akhir tahun itu ada sekitar Rp1,18 triliun untuk klaim penjaminan,” ujar Anggito Abimanyu, Ketua Dewan Komisioner LPS.

“Angka ini bergerak bergantung kepada berapa jumlah bank yang akan kita resolusi dari OJK,” ujar Anggito Abimanyu, Ketua Dewan Komisioner LPS.

Paparan kinerja dan anggaran itu disampaikan di Kompleks Parlemen pada Rabu, 24 Juni 2026.

Perkembangan jumlah klaim dan penggunaan dana buffer akan terus dipantau karena berimplikasi pada pengelolaan cadangan LPS dan kesiapan penanganan stabilitas sistem perbankan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button