Rupiah Melemah, IHSG Rontok ke Level 5.883 Usai Pidato Prabowo soal MBG; Pasar Terkoreksi atas Kekhawatiran Implikasi Kebijakan

Jakarta, Maret.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 217 poin atau 3,56 persen ke posisi 5.883 pada penutupan perdagangan hari ini mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebanyak 611 saham tercatat anjlok, 98 saham menguat, dan 104 saham bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan hari ini cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp15 triliun dan volume perdagangan sebesar 26 miliar saham.
Frekuensi transaksi tercatat mencapai sekitar 2 juta kali dan kapitalisasi pasar menyusut ke Rp10.338 triliun.
Nilai tukar rupiah melemah ke posisi Rp17.952 per dolar Amerika Serikat, turun 93 poin atau 0,52 persen menurut data Bloomberg.
Pelemahan pasar keuangan terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo.
Prabowo menyoroti pihak-pihak yang mengkritik program dan meminta agar mereka mendengarkan langsung pandangan petani, nelayan, serta anak-anak sebagai penerima manfaat.
“Ada juga yang nggak setuju MBG. Harusnya mereka yang nggak setuju MBG datang ke sini, ya.” ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.
“Tanya itu petani-nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?” ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.
Kepala Negara mengatakan tidak ada masalah lain yang lebih mendesak dibandingkan kebutuhan perut masyarakat.
“Saya kira nggak ada yang lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu, kalau nggak segera diisi, ya dia mati,” ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.
Prabowo menyinggung peringatan lembaga internasional terkait ancaman krisis pangan global yang masih membayangi banyak negara.
Di tengah situasi tersebut, ia menilai Indonesia mulai menunjukkan kemajuan dengan kemampuan mengekspor komoditas pangan.
“Dua tahun yang lalu sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia,” ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.
“Diperkirakan sekarang jumlah itu meningkat menjadi 500 sampai 700 juta dan FAO memberi peringatan,” ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.
“Dan saudara-saudara, alhamdulillah, kita sekarang sudah mulai ekspor,” ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.





