Ekonomi

Pemerintah Gagal Benahi Dasar Ekonomi, Investor Khawatir

Jakarta, Maret.id — Ekonom Dipo Satria Ramli menilai pemerintah belum melihat masalah struktural dan fundamental ekonomi bangsa. Pernyataan itu disampaikan dalam kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Jumat, 26 Juni 2026. “Beberapa minggu lalu rupiah sempat turun, Rp17.700-17.800, hari ini sudah hampir Rp18.000 lagi, ini kayaknya pemerintah sudah jumawa duluan, jadi sudah kayak ‘wah kita sukses nih menurunkan’,” ujar Dipo Satria Ramli, Ekonom. Ia mengusulkan pemerintah mencontoh kepemimpinan BJ Habibie yang dianggap berhasil menurunkan nilai tukar rupiah melalui perbaikan sistem. Dipo menyebut kelas menengah menjadi sangat terdampak dari kondisi ekonomi struktural yang tidak diperbaiki pemerintah. “Si kelas menengah ketimpa tiga masalah, suku bunga naik, rupiah yang melemah lalu inflasi dari luar negeri, jadi ketiganya sangat bahaya, harusnya pemerintah tuh dia benerin ekspornya pelan-pelan, jadi yang struktural ini belum diberesin, dia (pemerintah) sudah terlalu jumawa lah,” ujar Dipo Satria Ramli, Ekonom. Dipo menjelaskan struktur kelas ekonomi Indonesia digambarkan seperti bentuk gelas anggur dengan konsentrasi orang kaya relatif banyak dan kelas menengah lebih sedikit. “Orang kayanya banyak, kelas menengah lebih sedikit, lalu orang miskinnya lebih banyak lagi, jadi kayak gelas anggur bentuknya, nah tapi kalau kita ngelihat angka-angkanya, sebenarnya si kelas menengah ini dia benar-benar yang (menjadi) roda ekonomi,” ujar Dipo Satria Ramli, Ekonom.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button