Saham Asia Melemah Menjelang Pertemuan Trump dan Xi

Seoul, Maret.id — Sejumlah bursa saham Asia tercatat melemah pada perdagangan terakhir, dengan indeks Korea Selatan menjadi yang paling terpukul, seiring menguatnya kekhawatiran atas eskalasi konflik di Timur Tengah dan potensi kenaikan harga energi.
Pergerakan Pasar Saham Asia
Indeks Kospi Korea Selatan tercatat turun sekitar 2,15 persen, sementara indeks saham kecil Kosdaq melemah sekitar 0,74 persen. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun sekitar 0,52 persen, sedangkan indeks Topix justru mencatat kenaikan sekitar 0,28 persen. Bursa Australia juga ikut menurun, dengan indeks ASX 200 melemah sekitar 0,56 persen. Di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng berada di level 26.264, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.347,91. Di China daratan, indeks Shanghai Composite turun tipis sekitar 0,13 persen.
Ketegangan Timur Tengah dan Harapan Diplomasi
Tekanan pasar disebabkan kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah dapat kembali memanas dan menjaga harga energi pada level tinggi. Presiden AS menyebut gencatan senjata antara AS dan Iran yang berlangsung sebulan terakhir berada dalam kondisi “sangat lemah” setelah Washington menolak proposal balasan dari Teheran, pernyataan yang diperkuat oleh komentar pejabat pertahanan AS mengenai kebijakan militer. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran investor terkait stabilitas kawasan dan dampaknya terhadap inflasi global. Selain isu geopolitik, pelaku pasar juga menantikan hasil pertemuan antara Presiden AS dan Presiden China, dengan harapan kedua pemimpin membahas hubungan dagang yang menjadi fokus utama sentimen pasar.





