Ekonomi

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Dampak Investor China

Jakarta, Maret.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan keputusan menunda penerbitan Panda Bond diambil setelah sejumlah investor institusi besar di China meminta tambahan waktu untuk mengikuti proses investasi.

Selama kunjungannya ke China, Purbaya menemui sejumlah pejabat, termasuk Menteri Keuangan China, Gubernur Bank Sentral, Presiden Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta pertemuan dengan berbagai investor untuk mempromosikan penerbitan surat utang tersebut.

“Jadi mereka minta kita untuk undur sedikit supaya mereka punya waktu untuk mengajukan proposal mereka ke investment committee mereka,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Purbaya mengatakan penundaan tersebut mencerminkan besarnya kepercayaan investor terhadap surat utang Indonesia dan memberi peluang memperluas partisipasi investor agar dana yang dihimpun bisa memenuhi atau melampaui target.

“Jadi animonya cukup besar, investornya suka sekali antusias pada waktu jumpa mereka dan sepertinya mereka ingin invest besar,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Ia mengungkapkan sedikitnya 21 investor besar telah menyatakan ketertarikannya untuk membeli Panda Bond, dan sejumlah lembaga keuangan besar China seperti Agricultural Bank of China serta China Exim Bank tercatat dalam daftar peminat.

Beberapa institusi bahkan menawarkan diri untuk bertindak sebagai penjamin emisi (underwriter) pada penerbitan Panda Bond berikutnya guna memperluas distribusi obligasi Indonesia di pasar China.

“Ada yang besar-besar apa yang belum ikut yang terlambat ABC (Agricultural Bank of China), EXIM Banknya mereka yang punya uang banyak. Dia bilang saya punya uang sekian triliun dolar, saya ikut, ya sudah,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Purbaya menegaskan penerbitan Panda Bond merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperluas dan mendiversifikasi sumber pembiayaan negara sehingga ketergantungan pada instrumen berdenominasi Dolar Amerika Serikat dapat dikurangi.

“Itu langkah yang kayaknya sembarangan tapi strategis, karena kita diversifikasi sumber pendanaan, di mana nanti sumber pendanaan kita bukan dari dolar denominated saja,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button